Mahasiswi-Mahasiswa Papua di Malang Tolak Otsus II

Senin (10/8/2020) Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua (IPMAPA) gelar diskusi membedah Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II di Asrama Tambrauw Malang. Menghadirkan pembicara Rudy Wonda, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Papua dan Rheny selaku Ketua Paguyuban Kaimana Malang, serta dimoderatori  Chika Maday, diskusi membedah aspek kesejarahan,politik, ekonomi, dan kultural yang melandasi Otsus. Mereka mengungkapkan...

Aksi Memperingati Peristiwa Kudatuli 1996: Lawan Pemberangusan Demokrasi dan Bangun Persatuan Rakyat Tertindas

Senin (27/7), SOLIDER (Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi) yang terdiri dari LSS, Pembebasan, LMND-DN, AMP dan individu pro demokrasi melancarkan aksi memperingati peristiwa Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli 1996) yang merupakan manifestasi dari konflik antara rakyat dan rezim Soeharto. Banyak yang menganggap bahwa perjuangan reformasi sudahlah tuntas karena Rezim Militer Soeharto telah ditumbangkan,...

Biak Berdarah: Pelanggaran HAM Militerisme Terhadap Aksi Damai Papua

Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto berhasil digulingkan dan ruang demokrasi relatif terbuka. Pembukaan ruang demokrasi tersebut juga dimanfaatkan oleh rakyat Papua untuk menyuarakan tuntutannya. Peringatan Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli yang biasanya dilakukan di hutan-hutan saat itu juga mulai diperingati di beberapa kota. Sekitar bulan Juli hingga Oktober 1998, massa mengorganisir diri...

Tutup Freeport dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nere, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak. Waa… waaa… waaa… waaa… waaa.. waaa.. waaa..! Salam Solidaritas! Kontrak Karya PT Freeport dengan pemerintah Indonesia pertama kali dilakukan pada tanggal 7 April 1967, dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) digelar pada tahun 1969. Padahal PEPERA sebagai...

58 Tahun TRIKORA dan Sejarah Panjang Kolonialisme Indonesia Di Tanah West Papua

“Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan ma’rifat untuk memimpin bangsa ini, tetapi bangsa ini akan bangkit dan memimpin bangsanya sendiri” –Izaäk Samuel Kijne (1925) Pertimbangan, 58 Tahun yang lalu [19 Desember 1961], Presiden Soekarno menyerukan Tri Komando Rakyat (TRIKORA) di Alun-alun Utara kota...