Seratus (Tiga) Tahun Tesis April

Pada tanggal 17 April 1917, Lenin membacakan pandangannya di dua pertemuan Konferensi Deputi Soviet Buruh dan Prajurit Seluruh Rusia. Pandangan-pandangan Lenin kemudian diterbitkan di koran Bolshevik, Pravda pada tanggal 20 April 1917. Pandangan-pandangannya itu kemudian dikenal sebagai “Tesis April.” Kalimat yang terkenal untuk merangkum pandangan Lenin pada saat itu adalah “Seluruh Kekuasaan Untuk Soviet.” Pandangan yang tidak hanya mengejutkan partai-partai lainnya bahkan internal Bolshevik sendiri. Tulisan ini coba menggambarkan latar belakang, isian serta signifikansi dari Tesis April tersebut.

Sebelumnya ada baiknya kita melihat berbagai partai politik utama di Rusia pada periode ini. (1) sisa-sisa kekuatan lama terutama adalah perwira-perwira dari tentara Tsar mendukung partai Demokrat Konstitusional (Cadet) yang merupakan partai borjuis. (2) partai Revolusioner Sosialis (SR) yang mengorientasikan dirinya dan menganggap dirinya sebagai perwakilan kaum tani, meskipun sering dipimpin oleh intelektual, pengacara dan seksi lain dari kelas menengah perkotaan. (3) partai Menshevik dan (4) partai Bolshevik.

Baik Menshevik maupun Bolshevik melihat bahwa tugas mendesak adalah revolusi demokratik namun berbeda dalam garis strategis.

Bagi Menshevik revolusi demokratik berarti mengkonsolidasikan tatanan politik kapitalis industrial. Oleh karena itu harus dibangun aliansi antara kelas buruh, mereka yang anti Tsar, “kaum liberal yang tercerahkan” serta elemen borjuasi. Tujuannya untuk menggantikan Tsar dengan republik demokratik. Sementara revolusi sosialis hanya mungkin dilakukan setelah perkembangan kapitalisme merubah Rusia menjadi masyarakat industri yang maju.

Sementara Bolshevik melihat revolusi demokratik dapat dicapai hanya dengan sebuah pemerintahan revolusioner yang berdasarkan atas aliansi kelas buruh dan kaum tani. Dan menurut Lenin “…dari revolusi demokratik segera, dan sesuai dengan ukuran kekuatan kita, kekuatan kesadaran kelas dan proletariat terorganisir akan bergerak ke revolusi sosialis. Kita memperjuangkan revolusi yang tidak terinterupsi. Kita tidak akan berhenti setengah jalan… kita akan mendorong semua usaha kita untuk membantu kaum tani mencapai revolusi demokratik, dalam rangka untuk membuat lebih mudah bagi kita, partai dari proletariat, untuk bergerak secepat mungkin pada tugas baru dan lebih tinggi – revolusi sosialis.”

Pada Hari Perempuan Internasional 8 Maret 1917, ratusan ribu perempuan kelas buruh turun ke jalan-jalan dari pabrik-pabrik mereka di Petrograd. Kaum perempuan kelas buruh tersebut terdorong oleh kondisi putus asa karena harus mengantri tanpa ujung untuk mendapatkan roti, anak-anak mereka yang sakit dan setengah kelaparan. Tuntutan mereka adalah “Roti”, “Perdamaian”, “Kebebasan” dan “Gulingkan Otokrasi.” Aksi kemudian berkembang menjadi pemogokan yang melibatkan hingga setengah dari kelas buruh Petrograd. Dimana-mana muncul rapat-rapat akbar dan demonstrasi. Belajar dari pengalaman Revolusi 1905, buruh-buruh Petrograd kemudian mendirikan Soviet (Dewan) Buruh Petrograd. Tujuan dari Soviet tersebut adalah “untuk mengorganisir kekuatan rakyat dan untuk berjuang mengkonsolidasikan kebebasan politik dan pemerintahan popular.”

Tsar Nicholas II memerintahkan polisi dan tentara untuk menembaki para buruh. Namun banyak prajurit-prajurit berpangkat rendah yang justru berbalik bersimpati pada revolusi. Mereka justru menembaki polisi dan perwira-perwira mereka. Sementara para buruh mendatangi barak-barak menyerukan solidaritas. Para prajurit berpangkat rendah itu mendukung tuntutan kelas buruh terutama terkait dengan “perdamaian”. Para prajurit berpangkat rendah itu memahami pengalaman Perang Dunia I, dimana mereka dijadikan umpan dan mengalami kondisi yang buruk demi kepentingan Tsar dan sekutunya.

Empat hari setelah HPI 1917 sebagian besar Petrograd berada di tangan kelas buruh dan prajurit. Jembatan-jembatan, gudang-gudang senjata, stasiun kereta, kantor telekomunikasi dan pos berhasil dikuasai. Kekuasaan Tsar runtuh dihadapan gelombang Revolusi Februari, kelas buruh sekarang memegang kekuasaan melalui Soviet (Dewan) Buruh dan Prajurit.

Dalam situasi revolusioner tersebut muncul dua kekuasaan (kekuasaan ganda), yaitu Soviet Buruh dan Prajurit serta Pemerintahan Sementara.

Kelas borjuis yang tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan Revolusi Februari serta setengah hati terhadap penggulingan Tsar kemudian membentuk Pemerintahan Sementara sebagai alat untuk berkuasa. Pemerintahan Sementara terbentuk dari Komite Sementara Duma keempat. Pemerintahan Sementara terdiri terutama dari tuan-tuan tanah besar serta pemilik-pemilik industri. Pangeran Lvov menjadi Ketua Dewan Menteri. Menteri Luar Negeri adalah Ketua Umum partai Cadet, Milyukov. Menteri Keuangan adalah tuan tanah dan pengusaha gula kaya, Tereshchenko. Perdagangan dan Industri berada di tangan penguasa tekstil, Konovalov. Sementara Menteri Pertanian dipegang oleh Shingarev dari partai Cadet.

Pemerintahan Sementara mulai menerapkan reforma politik dan legal untuk pemilihan Majelis Konstituante. Reforma tersebut antara lain kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat, kebebasan beragama termasuk juga hak untuk mogok serta amnesti untuk tahanan politik dan agama, serta memperluas pemilih dan kerahasiaan dalam pemilihan Majelis Konstituante. Disepakati juga dengan Soviet bahwa milisi akan didirikan untuk menggantikan kepolisian Tsar dan bahwa 250 ribu Garnisun Petrograd yang bersenjata tidak akan dipindahkan ke luar kota.

Soviet Petrograd juga mengeluarkan Perintah Nomer 1 yang menyatakan agar prajurit dan pelaut mematuhi perintah Pemerintahan Sementara hanya jika mendapatkan persetujuan dari Soviet. Disamping itu prajurit dan pelaut diharapkan mendirikan komite-komite mereka sendiri untuk mengambil kendali atas persenjataan dari tangan perwira mereka. Kemudian muncul Perintah Nomer 2 yang mengarahkan prajurit dan pelaut untuk memecat komandan mereka dan memilih penggantinya. Selain kekuasaan tersebut, Soviet melalui delegasi buruh dan serikat buruh terpilih juga mengendalikan jalur kereta api, layanan telekomunikasi dan pos. Soviet juga mendirikan komite suplai makanan dan menerbitkan korannya sendiri. Soviet-soviet semacam itu juga bermunculan di berbagai daerah lainnya.

Pemerintahan Sementara dipilih bukan berdasarkan atas kehendak massa buruh dan rakyat Rusia. Kelas buruh dan prajurit sudah mendirikan Soviet-sovietnya sendiri. Satu-satunya alasan Pemerintahan Sementara bisa bertahan adalah karena dia didukung oleh partai-partai “kiri” Menshevik dan partai SR. Dukungan Menshevik terhadap Pemerintahan Sementara tidak terlepas dari perspektif Revolusi Dua Tahap bahwa revolusi sosialis hanya mungkin dilakukan setelah perkembangan kapitalisme merubah Rusia menjadi masyarakat industri yang maju. Tokoh “kiri” dari partai SR yang masuk kedalam Pemerintahan Sementara saat itu adalah, Alexander Kerensky yang menjadi Menteri Kehakiman. Sementara itu pula, Menshevik dan partai SR memegang mayoritas di Soviet-soviet.  Kelas buruh dan prajurit tidak percaya pada kelas borjuis dan Pemerintahan Sementara tapi mereka percaya dengan “pemimpin-pemimpin” mereka di Menshevik dan partai SR, setidaknya tidak untuk lama.

Menurut Lenin penjelasan kelas dan signifikansi kelas dari situasi Kekuasaan Ganda adalah bahwa seperti semua revolusi, seperti revolusi Rusia, dengan cepat menarik sejumlah besar rakyat biasa kedalam gerakan. Jutaan dan puluhan juta rakyat yang bertahun-tahun sebelumnya secara politik tidak aktif, dihancurkan oleh represi rejim atau beban kerja tidak manusiawi untuk keuntungan tuan tanah dan kapitalis, telah bangun dan dengan antusias terlibat dalam politik. Sebagian besar dari mereka adalah pemilik kecil, borjuis kecil, orang-orang yang berdiri ditengah-tengah antara kapitalis dan buruh upahan. Mereka kemudian menyapu dan memenuhi proletariat yang berkesadaran kelas, tidak hanya karena jumlahnya yang sangat besar namun juga secara ideologi. Secara ideologi adalah mempengaruhi sejumlah besar buruh dengan cara pandang politik borjuis kecil. Ciri khas politik dari massa popular di Rusia saat itu adalah “sikap kepercayaan tak beralasan terhadap para pemilik modal.”

Ini yang menjadi basis kelas dari “perjanjian” antara Pemerintahan Sementara dengan Soviet Buruh dan Prajurit. Ini pula menjadi alasan kenapa partai-partai “kiri” reformis borjuis kecil – Menshevik dan partai Revolusioner Sosialis – mendominasi soviet-soviet yang baru terbentuk, sementara Bolshevik adalah minoritas kecil, terisolasi. Ini juga yang menjadi alasan kenapa bagian tertentu dari kepemimpinan Bolshevik, dipimpin oleh Stalin dan Kamenev, mengambil posisi berdamai dengan Pemerintahan Sementara dan Menshevik. Bahkan mengusulkan menyatukan kembali partai Bolshevik dan Menshevik.

Lenin kembali dari pengasingan dan tiba di Petrograd pada tanggal 16 April 1917. Keesokan harinya Lenin membacakan pandangan-pandangannya yang dikenal dengan “Tesis April”. Tesis April berisikan 10 point penting, yaitu:

  1. Perang yang terjadi (Perang Dunia I) adalah perang imperialis dan mengakhiri perang tersebut secara demokratis dan damai hanya mungkin jika kapital berhasil digulingkan. Hal ini harus dijelaskan kepada massa dengan ketelitian, kegigihan dan kesabaran. Termasuk juga mengorganisir para prajurit di medan perang.
  2. Ciri khas dari situasi Rusia saat ini bahwa Rusia sedang melewati tahap pertama dari revolusi – yang karena kurangnya kesadaran kelas dan organisasi proletariat maka kekuasaan berada di tangan borjuasi – menuju ke tahap kedua, yang harus meletakan kekuasaan di tangan proletariat dan bagian termiskin dari kaum tani.
  3. Tidak ada dukungan untuk Pemerintahan Sementara, sebuah pemerintahan kapitalis. Pemblejetan terhadap kepalsuan semua janjinya.
  4. Mengakui bahwa Bolshevik adalah minoritas kecil di dalam Soviet. Dibandingkan dengan blok dari semua elemen atau partai oportunis borjuis kecil yang menyerah pada pengaruh borjuasi dan menyebarluaskan pengaruh tersebut diantara proletariat.

Massa harus diyakinkan untuk melihat bahwa Soviet adalah satu-satunya bentuk pemerintahan revolusioner yang dimungkinkan. Oleh karena itu tugas kita adalah menjelaskan ke massa secara sabar, sistematis dan gigih mengenai kesalahan-kesalahan dari partai lain.

Pada saat yang bersamaan kita juga menjelaskan kebutuhan untuk mentransfer keseluruhan kekuasan negara kepada Soviet.

  • Bukan republik parlementer namun republik Soviet buruh, buruh tani dan kaum tani dari bawah ke atas. Penghapusan kepolisian, angkatan bersenjata dan birokrasi. Tentara reguler digantikan dengan rakyat bersenjata. Semua pejabat harus dipilih dan dapat direcall serta diupah sama dengan upah buruh.
  • Menyita seluruh tanah milik. Nasionalisasi seluruh tanah di dalam negeri. Tanah akan diatur oleh Soviet Buruh Tani dan Kaum Tani. Pengorganisasian Soviet Petani Miskin yang terpisah. Pendirian pertanian percontohan dibawah kontrol Soviet Buruh Tani dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
  • Penggabungan segera seluruh bank menjadi sebuah bank tunggal nasional yang akan dikontrol oleh Soviet Buruh.
  • Bukanlah tugas mendesak kita untuk “menerapkan” sosialisme, melainkan untuk membawa produksi dan distribusi sosial dari produk-produk secara sekaligus dibawah kontrol Soviet-soviet Buruh.
  • Tugas partai adalah: (1) segera menyelenggarakan kongres; (2) merubah program partai, terutama: (a) mengenai persoalan imperialisme dan perang imperialis, (b) mengenai sikap kita terhadap negara dan tuntutan kita untuk sebuah “negara komune” (sebuah negara seperti Komune Paris), (c) mengamandemen program minimum kita yang sudah ketinggalan jaman; (3) merubah nama partai. Dari “sosial demokrasi”, yang pemimpin resminya di seluruh dunia telah mengkhianati sosialisme dan membelot pada kelas borjuis, menjadi Partai Komunis.
  • Sebuah organisasi internasional baru.

Menshevik menganggap “Tesis April”-nya Lenin memancing kekerasan dan perang sipil. Sementara itu Plekhanov menyebut tesis Lenin “tidak masuk akal”. Setelah “Tesis April” diterbitkan di Pravda, Kamenev mengeluarkan tulisan yang menyatakan bahwa posisi Lenin tersebut adalah pandangan pribadinya yang tidak sama dengan dewan editor Pravda ataupun Biro Komite Sentral.

Tesis April ini menunjukan kepeloporan Lenin menunjukan perspektif dan langkah-langkah yang tepat. Sesaat ketika tiba di Petrograd, Lenin melancarkan perjuangan melawan kapitulasi dan tekanan dari politik borjuis kecil yang mencengkram gerakan buruh, termasuk internal Bolshevik.

Perjalanan Revolusi Februari hingga Revolusi Oktober 1917 dan setelahnya membuktikan kebenaran perspektif Lenin. Pemerintahan Sementara, pemerintahan kapitalis, tidak mampu menuntaskan tugas-tugas revolusi demokratik. Pemerintahan Sementara tidak bisa menyelesaikan persoalan mendesak kelas buruh dan rakyat Rusia. Mereka tidak mau mendistribusikan tanah ke petani miskin, mereka justru melanjutkan keterlibatan dalam Perang Dunia I, kelaparan tidak dapat diatas demikian juga penderitaan kelas buruh. Pemerintahan Sementara sebenarnya hanya menunggu waktu yang tepat untuk bisa menghancurkan Soviet dan berkuasa sepenuhnya.

Berkali-kali Pemerintahan Sementara diguncang oleh protes kelas buruh. Semakin turun dukungan terhadap Pemerintahan Sementara maka semakin kelas borjuis mengandalkan penggunaan partai dan tokoh-tokoh kiri, Menshevik dan partai SR, sebagai topeng kirinya. Koalisi Pertama yang dibenarkan dengan logika Revolusi Dua Tahap dengan kata-kata seperti “persatuan dengan kekuatan (baca: borjuis) progresif”, “persatuan nasional”, dsb dibentuk paska demonstrasi bulan April 1917. Semakin banyak tokoh Menshevik dan partai SR masuk ke Pemerintahan Sementara. Tsereteli dari Menshevik menjadi menteri pos dan telekomunikasi; Victor Chernov menjadi menteri pertanian; Peshekonov, ketua Partai Sosialis Popular menjadi Menteri Kehakiman sementara Kerensky menjadi Menteri Perang dan Angkatan Laut. Maka kelas buruh, kaum tani dan prajurit Rusia dapat melihat bagaimana janji-janji kelompok “kiri” tersebut menjadi omong kosong dalam praktek.

Lenin menegaskan bahwa seluruh kekuasaan harus berada di tangan Soviet sementara tidak ada dukungan yang boleh diberikan kepada Pemerintahan Sementara.

Dalam perjalanannya hingga menjelang Revolusi Oktober 197, Bolshevik semakin mendapatkan dukungan dari kelas buruh serta kaum tani. Keanggotaannya meningkat dari sekitar sepuluh ribu pada bulan April menjadi setengah juta pada Oktober 1917. Dengan buruh industri menyusun 60 persen dari keanggotaannya. Pada bulan Juni 1917, Bolshevik hanya 13 persen dari delegasi Kongres soviet seluruh Rusia. Pada bulan Oktober 1917, 51 persen dari delegasi Kongres soviet seluruh Rusia adalah anggota Bolshevik.

Semakin lama kelas buruh dan kaum tani Rusia melihat bahwa mereka sendirilah yang harus berkuasa melalui Soviet Buruh dan Tani bukan Pemerintahan Sementara, pemerintahan kapitalis.

Ditulis oleh Dipo Negoro, Kader KPO PRP.

Tulisan ini juga diterbitkan dalam Arah Juang edisi 19, I-II April 2017, dengan judul “100 Tahun Tesis April.”

 815 total views,  1 views today

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment