Pogrom Mei 1998: Rejim Militer Soeharto dan Rasisme Terhadap Tionghoa

Dua puluh satu tahun yang lalu, pada 12 Mei 1998, aksi mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta dibubarkan oleh Rejim Militer Soeharto. Empat mahasiswa Trisakti tewas ditembak sementara puluhan lainnya luka-luka. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie. Penembakan tersebut bukanlah sebuah ketidaksengajaan, menggunakan peluru tajam...

Marsinah, Pahlawan Buruh Indonesia

Pada dasawarsa 1980an, Rejim Militer Soeharto mengarahkan ekonomi pada pembangunan industri berorientasi ekspor. Berbagai kemudahan diberikan untuk perkembangan industri yang berorientasi ekspor salah satunya dengan kebijakan upah murah. Tidak mengherankan jika kemudian konflik perburuhan meningkat di masa itu. Terjadi berbagai aksi massa ataupun pemogokan, walau bersifat spontan dan sporadis....

Kartini vs Hari Kartini

Kelahiran Kartini pada 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini dan diperingati di Indonesia tiap tahunnya. Lagu “Ibu kita Kartini” karangan W.R Soepratman kerap dinyanyikan dalam peringatan itu. Jalanan dipenuhi berbagai festival, mulai dari festival kebaya, sampai karnaval anak-anak TK dan SD. Stasiun televisi menayangkan siapa Kartini di era kini, perempuan untuk diteladani di Indonesia....

Menyikapi Pelecehan Seksual dalam Hari Perempuan Internasional 2020 Jakarta

Aksi Massa memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) tahun 2020 di Jakarta dinodai oleh tindak-tindak pelecehan seksual oleh sesama peserta aksi terhadap peserta aksi lainnya. Mulai dari penyiulan, penggangguan, hingga penghinaan heteroseksis. Neno, salah satu peserta aksi HPI  2020 di Jakarta, lewat akun Twitternya @nenonenoo mengungkapkan di hari-H banyak sekali catcalling (penyiulan...

Alexandra Kollontai dan Perjuangan Anti Seksisme

Lahir pada 31 Maret 1872 dari keluarga ningrat kaya berlatar belakang Finlandia, Ukraina, dan Rusia, Alexandra Kollontai besar di Rusia dan kemudian menjadi Marxis revolusioner serta pejuang pembebasan perempuan. Kollontai memainkan peran utama mendorong gerakan sosialis Rusia untuk mengorganisir para pekerja, diantaranya para pekerja perempuan, mengorganisir massa gerakan perempuan buruh dan...

Peringatan Hari Perempuan Sedunia di Yogyakarta

Yogyakarta, Minggu 08 Maret 2020, sejak pukul 10:00 ratusan massa yang tergabung dalam Komite IWD 2020 berkumpul di sekitar Tempat Parkir Abu Bakar Ali. Massa aksi yang terhimpun dari berbagai organisasi dan individu-individu pro-kesetaraan tersebut bersiap untuk aksi long march menuju Titik 0 KM Yogyakarta, Jalan Malioboro. Aksi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Internasional...

Kelas Buruh dan Sosialisme Dalam Hari Perempuan Internasional

Setiap tanggal 8 Maret kita merayakan Hari Perempuan Internasional (HPI). Bagi kaum marxis, satu-satunya pendekatan paling kritis adalah pendekatan historis, yang dialektis. Tulisan ini berusaha menggali pendekatan kritis dan dialektis dalam melihat sejarah HPI. Sejarah HPI pada dasarnya tidak terlepas dari sejarah perjuangan kelas buruh. Pada tahun 1894, Clara Zektin seorang anggota Partai...

Mengapa Seksisme Terus Ada

Ditulis oleh Louise O’Shea dan Grace Hill Terlepas dari semua capaian gerakan pembebasan perempuan, seksisme tetap tersebar luas. Tindakan keparat baru-baru ini adalah pemberian medali Order of Australia kepada seorang terapis seks sayap kanan dan incel (involuntary celibate-pen) terhormat yaitu Bettina Arndt. Arndt meratapi “mitos” kekerasan gender dan mengacukan...

Perempuan Dalam Revolusi Februari 1917

Sejarah Revolusi Rusia 1917 mengandung banyak pelajaran tentang bagaimana perjuangan kelas memberi jawaban akhir atas pertanyaan seputar pembebasan perempuan. Selama sembilan belas bulan antara Februari dan Oktober, terdapat peran kaum perempuan yang tak dapat diabaikan berpartisipasi dalam kerja revolusioner, juga memainkan peran penting dalam revolusi. Tahun 1917 diawali dengan pemogokan...

Menembus Hujan, Merayakan Keberanian Korban, Memprotes Kekerasan Seksual

Jumat (14/02/2020) sore, 20 perempuan dan tujuh laki-laki turun ke jalan, menembus hujan yang menerpa, menggelar aksi One Billion Rising untuk memprotes kekerasan seksual. Mereka berpawai dari GOR Pertamina-Universitas Brawijaya ke Jalan Veteran, memyerukan yel-yel dan mengusung berbagai poster. “Stop kekerasan fisik, seksual, psikis, terhadap perempuan”, “Kampus merdeka itu bebas...