Mahasiswa UST Menuntut Janji Birokrasi Kampus

Aksi Geruduk Kampus di Yogyakarta yang dilakukan sejak akhir bulan Juni lalu masih terus dilakukan. Kali ini aksi geruduk kampus dilakukan di gedung pusat Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa (UST). Mahasiswa yang tergabung di UST Bersuara bersama dengan massa aksi yang bersolidaritas dari berbagai kampus dan organisasi pro demokrasi, melakukan aksi pada Hari Rabu, 8 Juli. Aksi dimulai dengan berjalan kaki dari kantin Fakultas Pertanian menuju Gedung Pusat UST. Dalam aksi tersebut mahasiswa UST menuntut pihak kampus menepati janjinya, untuk memenuhi tuntutan mahasiswa UST yang sebelumnya sudah disampaikan di dialog terbuka mahasiswa bersama dengan Rektor UST. Tuntutan dari mahasiswa yang bergabung di UST Bersuara, antara lain :

  1. Transparansi biaya selama pandemi Covid-19
  2. Pemotongan biaya kuliah selama pandemi Covid-19 sebesar 50%, yang terdiri dari SPP Tetap, SPP Variable dan sumbangan Tri Dharma angkatan 2019/2020
  3. Kepastian wisuda periode April.
  4. Mengecam represifitas birokrasi yang dilakukan terhadap mahasiswa.
  5. Menuntut birokrasi kampus untuk melibatkan mahasiswa dalam perumusan kebijakan

Pukul 10.15 WIB massa aksi tiba di Gedung Pusat UST dan langsung membentuk barisan. Massa aksi kemudian mencoba untuk masuk ke dalam Gedung Pusat namun gerbang ditutup dan dijaga ketat oleh pihak keamanan kampus beserta dengan polisi.  

Akhirnya massa aksi tetap berada di luar gedung dan menyampaikan orasi politiknya secara bergantian. Dalam orasi politiknya mahasiswa UST mempertanyakan perihal transparansi keuangan kampus. Selama ini mahasiswa UST diharuskan membayar biaya kuliah di tengah krisis yang semakin mencekik ekonomi keluarga mereka khususnya di masa pandemi. Namun pihak kampus justru tidak memiliki kejelasan khususnya perihal wisuda. Hal ini menjadi salah satu yang memantik pertanyaan mahasiswa UST, kemana mengalirnya uang yang selama ini didapatkan dari mahasiswa? Sedangkan operasional kampus seperti kegiatan belajar mengajar secara langsung pun juga ditiadakan. Kegiatan tersebut dialihkan dengan sistem daring. Sehingga patut untuk mahasiswa UST menuntut pihak birokrasi kampus membuka transparansi biaya kuliah selama pandemic covid-19.

Di tengah berjalannya aksi, sekitar pukul 10.27 WIB datang mobil yang membawakan makanan untuk diberikan kepada massa aksi. Makanan ini sengaja diberikan oleh pihak kampus UST sebagai bentuk ‘negosiasi’ agar massa aksi meninggalkan gedung pusat. Namun massa aksi menolak menerima makanan tersebut dan tetap bertahan di gedung pusat sampai Rektor UST menemui massa aksi dan menyepakati tuntutan yang ada. Namun sampai pukul 12.00 masih belum ada tanggapan dari pihak kampus terkait berlangsungnya aksi mahasiswa UST menuntut janji birokrasi kampus, sehingga aksi ditutup dengan membacakan pernyataan sikapnya.

Berdasarkan informasi dari salah satu mahasiswa UST, ada manipulasi tanggal rilis Surat Edaran (SE) kampus perihal pelaksanaan wisuda periode April 2020 dengan keterangan waktu rilis satu hari sebelum aksi berlangsung, padahal SE tersebut baru dikeluarkan ketika aksi sedang berlangsung. (ks)

 247 total views,  2 views today

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment