Mahasiswa Maybrat di Surabaya Tagih Janji Pemerintah

Mahasiswa Maybrat di Surabaya yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Maybrat Surabaya (FORKOMAMS) melancarkan aksi simbolik di Jalan Nginden intan Barat, Surabaya. Aksi tersebut dilancarkan pada Rabu 29 april 2020.

Dalam aksinya mahasiswa mendesak agar Kornelius Kambu selaku kepala dinas pendidikan menempati janjinya “ kami sudah dijanjikan, data-data mahasiswa juga sudah kami kirimkan kesana, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan balik” ujar kordinator umum FORKOMAMS, Marlon Antoh.

Ia mengatakan mahasiswa Maybrat yang menempuh pendidikan di Surabaya dan di kota studi lainya adalah generasi masa depan Maybrat, harusnya dalam situasi pemdemi seperti saat ini mahasiswa diberi bantuan bukan janji-janji manis.

“PSBB yang diterapkan di seluruh Indonesia dan khususnya di Surabaya seperti saat ini membuat kami mahasiswa rantau sangat terisolasi, stok bahan makanan juga semakin menipis, sehingga kami mendesak pemerintah daerah untuk menanggulangi nasib mahasiswa” ujarnya.

Sebelumnya, kepala dinas pendidikan kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, menyampaikan pada tanggal 8 April 2020 bahwa akan mengiventarisir seluruh mahasiswa dan pelajar asal kabupaten Maybrat untuk dipulangkan. Kalaupun tidak bisa dipulangkan maka pemerintah akan menyantuni.

Kornelius Menyatakan, bahwa pihaknya diperintahkan oleh bupati Drs. Bernad Sagrim MM untuk membuka sekertariat di dinasnya terhitung mulai 8 April, untuk menginventarisir  seluruh pelajar dan mahasiswa baik di dalam Papua maupun di luar.

Namun sampai berita ini ditulis, mahasiswa Maybrat di berbagai kota studi belum menerima bantuan apapun dari pihak pemerintah daerah. (mm)

 481 total views,  4 views today

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment