Menuju Monas Jilid 2, 50 Kota Berkobar

pemanasan 28 okt

Sejak 28 Oktober kemarin, sekitar 80 ribu buruh yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) mulai melakukan aksi-aksi pemanasan menuntut kenaikan upah 2014 sebesar 50 persen. Aksi pemanasan ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan rencana mogok nasional yang setidaknya akan terjadi di 20 provinsi dan 200 kota/kabupaten pada 31 Oktober – 1 November 2013 mendatang.

Di Jakarta, aksi pemanasan dilakukan dengan konvoi di beberapa titik kawasan industrial, diantaranya KBN Cakung, Pulo Gadung dan Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara di Surabaya, buruh melakukan aksi kepung balai kota dan menginap di depan gedung Grahadi Surabaya. Di Tangerang, sekitar 3 ribu buruh yang tergabung dalam KNGB Tangerang juga melakukan aksi pemanasan menuju Mogok Nasional mengelilingi kawasan-kawasan industri seperti Jatake, Cimone dan Pasar kemis. Di Bekasi, aksi pemanasan sempat dihadang oleh sekelompok preman yang menamakan diri masyarakat pecinta investor di kawasan MM 2100. Namun massa buruh yang berjumlah ribuan itu masih berusaha menghindar.

Sedangkan di Medan, Depok, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bandung, Sukabumi, Semarang, Demak, Cilacap, Yogyakarta, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Makasar, Samarinda, Balikpapan, Ternate, Sumbawa, dan kota-kota lainnya, massa buruh dan kelompok rakyat lainnya tumpah-ruah ke jalan mempersiapkan mogok nasional.

Menurut salah satu unsur pimpinan FSPMI yang merupakan bagian dari KNGB yang bergerak di Bekasi kemarin, meski aksi konvoi sosialisasi mogok nasional pada 28 Oktober 2013 kemarin sempat diwarnai oleh provokasi dari kelompok preman seperti yang terjadi di Bekasi, namun aksi buruh di kawasan-kawasan Bekasi akan terus berlangsung sampai pada puncaknya tanggal 31 Oktober dan 1 November nanti. “Provokasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu pada aksi konvoi sosialisasi mogok nasional kemarin di Bekasi sedikit aneh dibanding kota-kota lain, namun justru menunjukkan bahwa buruh Bekasi memiliki kekuatannya untuk mewujudkan kesejahteraan, sehingga ditakuti oleh rejim upah murah” Demikian ungkap nya.

Persiapan mogok nasional yang dilakukan oleh Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh ini, selain untuk meluaskan keterlibatan buruh-buruh di kawasan juga untuk menekankan pentingnya persatuan perjuangan di kalangan buruh bersama sektor rakyat lainnya. Menurut salah seorang anggota Presidium Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) yang juga merupakan presidium Sekber Buruh, Sultoni, aksi-aksi yang dilakukan tentunya tidak akan lepas dari kendala-kendala seperti penghadangan aparat dan preman yang terjadi di Bekasi. Ada pula kendala dimana diketahui beberapa serikat buruh/pekerja sedang diprovokasi oleh aparat dan pengusaha untuk menghalangi aksi mogok nasional mendatang. Untuk itu, Sultoni dengan tegas menyerukan persatuan kaum buruh dan mogok total produksi pada tanggal 31 Oktober dan 1 November mendatang.

Bukan hanya itu, Sultoni juga menyebutkan perihal partai-partai yang ada hari ini yang tidak kelihatan batang hidung nya dalam mensukseskan perjuangan buruh. “Ini bukti nyata bahwa mereka semua pro terhadap pemodal, dan hanya kaum buruh lah yang punya kepentingan terhadap kemenangan perjuangan ini”, ungkap Sultoni.

Hari ini, 29 Oktober, dipastikan aksi-aksi pemanasan akan tetap berlangsung di beberapa daerah. KNGB Jakarta misalnya, akan bergerak mengepung kantor Gubernur DKI Jakarta untuk menagih  Ahok yang berjanji untuk menaikkan UMP DKI Jakarta sebesar 4 juta rupiah. Di Surabaya 70 ribu buruh siap tumpah dalam mengawal upah layak.  Mojokerto dan Sidoarjo juga akan bergerak hari ini hingga puncak pemogokan 31 Oktober nanti.

Sedangkan diketahui pula beberapa elemen mahasiswa juga sedang menyusun barisannya mendukung mogok nasional. Azmir, salah satu bagian dari Solidaritas Mahasiswa Dukung Mogok Nasional (SM-MONAS) mengatakan akan merapat bersama buruh di depan balai kota siang ini. Mereka sekaligus akan mempersiapkan pematangan untuk memblokade salah satu ruas jalan didalam kota untuk mendukung aksi mogok buruh.

Menurut data yang dikumpulkan, aksi-aksi pemanasan yang dimulai sejak kemarin telah mencatat rekor terbesar yang melebihi mogok nasional jilid 1 (3 Oktober 2012), dimana telah 15 propinsi dan 50 kota/kabupaten turut serta turun ke jalan dalam mempersiapkan mogok nasional. Semua unsur Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) merasa optimis Mogok Nasional Jilid 2 mendatang akan mencapai target di 20 propinsi dan 200 kota/kabupaten. (qr/ejes)

 

 1,484 total views,  1 views today

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment