Demokrasi Untuk Kelas Mana?

Demokrasi Untuk Kelas Mana
Selasa, 9 Mei 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis dua tahun penjara atas penodaan agama menurut pasal 156a huruf a KUHP. Tidak lama berselang Presiden Jokowi mengimbau semua pihak untuk dapat menerima vonis tersebut. Termasuk juga menerima langkah yang akan dilakukan Ahok untuk banding. Meskipun atas permintaan istrinya, Veronica Tan, upaya banding ini kemudian dicabut. Pasca-vonis Ahok,...

Enam Tahun KPO PRP: Bangun Partai Sosialis Revolusioner

Ultah VI KPO PRP 2
Enam tahun lalu KPO PRP berdiri dari perpecahan di dalam Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP). PRP sendiri sebelumnya berdiri justru diatas pondasi unifikasi (persatuan) kiri. Trotsky mencatat bahwa persatuan dan perpecahan adalah metode yang mirip dalam membangun partai revolusioner.  Hanya dengan syarat ketika perpecahan ataupun persatuan tersebut memiliki motivasi yang tepat. Jika tidak motivasinya...

Manifesto Faksi Bolshevik Leninis

Deklarasi FBL
Sejarah dari semua masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas. Bukan hanya perjuangan kelas secara eksternal namun juga secara internal. Kita mengenal sejarah perjuangan Marx melawan kaum anarkis dalam Internasionale Pertama. Kita mengenal sejarah perjuangan kaum Marxis anti perang Imperialis melawan para sauvinis sosial pendukung PD I dalam Internasionale Kedua. Kita mengenal...

Mengapa Elit Politik Borjuis Tidak (Bisa) Melawan Rasisme?

Jkw Wir Rzq
Pada 4 November kemarin ratusan ribu orang melancarkan aksi dibawah slogan “Aksi Bela Islam” ke Istana Negara. Aksi tersebut dilancarkan terkait dengan tuduhan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, calon gubernur DKI nomer urut 2. Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI (GNPF-MUI) tersebut dipimpin oleh Front Pembela Islam (FPI), pimpinan Habib Riziq. Sebuah kelompok reaksioner...

Pasca Pilkada DKI

Pasca Pilkada
Penghitungan cepat menunjukkan kubu Anies Sandi mengalahkan kubu Basuki Djarot dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2017. Kita tidak bersorak dan juga tidak meratap. Kita tidak menghujat dan juga tidak mensyukurkan. Kita tidak membodohi massa dan tidak memperbodohkan massa. Kita menarik pelajaran: Kedua kubu adalah kubu kelas penindas. Siapapun yang menang, kelas buruh...

Satu Tahun Yang Kita Lalui dan Partai Revolusioner Yang Kita Butuhkan (Bagian II)

cat
Situasi Nasional Krisis kapitalisme, perpecahan dan perselisihan di antara kubu borjuasi, serta jatuh bangun perlawanan rakyat juga tercermin dalam situasi nasional selama setahun ini. Krisis kapitalisme global direspon rezim Jokowi-JK sejak akhir tahun 2015 dengan mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi.[1]Hingga November 2016, terhitung sudah terdapat 14 Paket Kebijakan Ekonomi dikeluarkan. Namun paket...

Satu Tahun Yang Kita Lalui dan Partai Revolusioner Yang Kita Butuhkan

trump-way
Delapan tahun telah berlalu semenjak krisis kapitalisme meletus pada tahun 2008. Guncangan-guncangan masih terus bermunculan. 26 September lalu harga saham bank Jerman anjlok ke tingkatan terendahnya sejak 1983. Ini menyusul krisis perbankan Italia dan kekacauan di pasar saham Tiongkok. Kita saksikan krisis menjalar semakin meluas disana-sini. Hampir tidak ada negara yang tidak terkena dampak kapitalisme....

Menolak Persatuan Gerakan Buruh Dengan Kaum Reaksioner (Bagian II)

kspi-fadli-zon
Bahaya Spontanitas Reaksioner Sedangkan di sisi lain Ilhamsyah, Ketua Umum KPBI dalam status Facebooknya pada tanggal 25 November menyarankan kaum buruh untuk “melakukan pemogokan pada tanggal 2 desember untuk menolak PP 78 dengan target kuras pabrik di kawasan industri…” Karena menurutnya “melihat pengalaman pemogokan tahun lalu… aparat tidak akan sesiap tahun kemarin untuk membubarkan pemogokan....

Menolak Persatuan Gerakan Buruh Dengan Kaum Reaksioner

411-gpi
Ada bahaya magnet reaksioner dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bisa menjerumuskan rakyat. Aksi 4 November dan berikutnya 2 Desember serta aksi-aksi turunannya yang dipimpin oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada dasarnya berwatak reaksioner. Reaksioner dalam pengertian; konservatif ekstrim; bersifat menentang kemajuan...

Perjuangan Kelas Buruh Harus Mendukung Pembebasan Nasional Papua

amp-1-des-16
Ditangkapnya 306 massa aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) pada 1 Desember 2015 yang menuntut hak untuk menentukan nasib sendiri semakin menunjukkan betapa semunya demokrasi borjuis di bawah rezim kapitalis Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Demonstrasi AMP yang dilakukan secara damai dan sudah diawali surat pemberitahuan malah dijawab dengan pukulan, pentungan, penembakan gas air mata, dan penangkapan....