Solidaritas Untuk Rakyat Venezuela: Hentikan Agresi Militer Imperialis AS, Bebaskan Maduro!
Pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 02:00 dini hari waktu setempat, imperialis Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan militer ke Caracas, El Higuerote, Miranda, La Guaira, dan Aragua, Venezuela. Serangan tersebut kemudian dibarengi dengan penculikan Presiden Maduro dan istrinya. Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 40 rakyat Venezuela. Presiden AS, Donald Trump juga memerintahkan blokade segala penjuru distribusi minyak keluar-masuk Venezuela. Menunjukkan niat sesungguhnya tujuan imperialis AS menyerang Venezuela.Langkah ini merupakan puncak dari serangkaian tindakan kriminal imperialis AS terhadap negara berdaulat Venezuela yang tidak pernah melakukan provokasi dan belum pernah menimbulkan ancaman militer langsung terhadap Amerika Serikat.
Serangkaian operasi imperialis AS belakangan meliputi pembajakan yang terang-terangan di laut lepas, pengeboman dan penembakan kapal-kapal kecil di Karibia, serta pembantaian terhadap warga negara Venezuela yang berada di atas kapal. Korban-korban tersebut hampir pasti adalah nelayan yang tidak bersalah.Tindakan-tindakan tersebut juga mencakup penyitaan kapal tanker yang mengangkut minyak Venezuela – dan penyitaan (baca: pencurian) oleh Amerika Serikat. Semua operasi itu dilakukan dengan dalih pembasmian geng narkoba Venezuela hingga puncaknya, Maduro dituduh sebagai ‘narcoterrorist’. Kendati tidak pernah ada bukti kuat yang dapat menunjukkan hal tersebut.
Monopoli AS berusaha memaksakan kepentingannya melalui ancaman, perang ekonomi, blokade ilegal, tekanan politik, dan kekuatan militer brutal. Rencana-rencana ini merupakan tindakan koersif yang bukan hanya melanggar kedaulatan dan hukum internasional, tetapi juga mengancam perdamaian, stabilitas, serta hak hidup rakyat Venezuela dan keamanan regional Amerika Latin secara keseluruhan. Tindakan-tindakan tersebut adalah wujud paling telanjang dari imperialisme modern yang berusaha membelenggu bangsa yang merdeka.
Hal yang tak kalah penting, sebagai bagian dari kelas pekerja dan gerakan rakyat, kami menegaskan bahwa imperialisme, perang, dan blokade telah memperdalam penindasan terhadap perempuan. Cekikan AS selama ini telah memperburuk akses terhadap pangan dan layanan kesehatan, meningkatnya beban kerja perawatan yang tidak dibayar, hingga tingginya risiko kekerasan seksual, kerusakan kesehatan reproduksi, dan pemiskinan yang bersifat struktural.
Perang dan militerisme merupakan manifestasi paling ekstrem dari penindasan perempuan, yaitu sebuah sistem yang menormalisasi kekerasan, penguasaan, dan penaklukan. Dalam kerangka imperialisme, tubuh perempuan, tubuh rakyat, dan alam diperlakukan sebagai objek yang sah untuk dikendalikan, dieksploitasi, dan dikorbankan demi kepentingan kekuasaan dan akumulasi modal. Imperialis AS di depan media massa menyatakan terang-terangan bahwa mereka menargetkan Kuba, Meksiko, dan juga Kolombia. Ini adalah alarm terhadap demokrasi dunia dan hukum internasional. Imperialis AS dengan gamblang melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB yang menyatakan:
“Setiap negara anggota dilarang menggunakan atau mengancam penggunaan kekuatan terhadap keutuhan wilayah maupun kemerdekaan politik negara lain, atau dengan cara apa pun yang bertentangan dengan tujuan PBB.”
Serangan militer ke Venezuela dan pernyataan itu memberikan pesan jelas bahwa AS bermaksud untuk mendominasi dan menaklukkan seluruh benua dengan tanpa ampun menghukum pemerintah manapun yang menghalangi jalannya. Sebuah metode yang lebih mirip seperti mafia daripada perdamaian internasional.
Hari ini kita harus menghadapi kenyataan bahwa Venezuela adalah negara kecil di Amerika Latin yang berada dalam posisi sangat tidak menguntungkan ketika berhadapan dengan kekuatan militer imperialis AS yang begitu besar. Solidaritas kelas buruh dan rakyat di seluruh dunia sangat dibutuhkan untuk mendelegitimasi serangan imperialis AS. Untuk itu, GEBRAK dan organisasi-organisasi yang tercantum dalam sikap ini menyatakan:
- Tolak intervensi militer terhadap Venezuela!
- Bebaskan Maduro segera!
- Hentikan embargo ekonomi AS terhadap Venezuela!
- Hentikan kerjasama dengan imperialis AS!
Atas nama Gerakan Buruh Bersama Rakyat dan didukung oleh:
KONFEDERASI KASBI, KPBI, SGBN, KSN, SINDIKASI, JARKOM SP PERBANKAN, KPA, SEMPRO, KPR, FPBI, SMI, LMID, FIJAR, LBH JAKARTA, YLBHI, FSBMM, FSPM, FKI, SPAI, WALHI, GREENPEACE, TREND ASIA, COMRADE, ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN, KONTRAS, BEM STIH JENTERA, SPK, RUMAH AMARTYA, PEMBEBASAN, LIPS, PEREMPUAN MAHARDHIKA, KSPTMKI, DFW, PKBI, PERSERIKATAN SOSIALIS, ORGANISASI KAUM MUDA SOSIALIS, PPR, FMN, GMNI JAKSEL, SPRI, SEMARAK UPNVJ, AMP.
![]()


Comment here