Pencaplokan Kekuasaan Ukraina oleh Obama, Sanksi dan Efek Bumerang

Bendera UkrainaDalam pencaplokan kekuasaan terbesar setelah George Bush merebut Eropa Timur dan merubahnya menjadi benteng pertahanan melawan Rusia, Rejim Obama, bersama dengan Uni Eropa (UE), mendanai dan mengorganisir kudeta dengan kekerasan di Ukrainia yang mendirikan rejim boneka di Kiev. Menanggapi hal itu, penduduk di daerah Crimean otonom, takut akan serangan represi budaya dan politik, mengorganisir milisi pertahanan dan menekan pemerintahan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membantu melindungi mereka dari serangan bersenjata oleh rejim kudeta yang di-backing-i NATO di Kiev. Rusia menanggapi seruan penduduk Crimea dengan janji bantuan militer – secara efektif menghentikan pencaplokan lebih lanjut dari seluruh daerah disana.

Segera setelah kudeta oleh kaki tangannya, mesin propaganda AS-UE bergerak cepat. Hakekat dari pencaplokan kekuasaan atas Ukrainia diabaikan. Tindakan defensif Rusia di Crimea menjadi fokus serangan media dan pemerintahan Barat. Dukungan tanpa syarat untuk perebutan dengan kekerasan atas Ukrainia oleh kudeta yang didalangi oleh AS dan EU disiarkan oleh keseluruhan kumpulan Barat yang berisi jurnalis bayaran dan diiringi oleh tulisan panjang menyerukan langkah-langkah untuk menggoyang Federasi Rusia melalui perang ekonomi dan diplomatik skala besar. AS dan UE mengadakan pertemuan dan konferensi pers menyerukan sanksi perdagangan dan investasi.

Ancaman muncul dari Gedung Putih dan Brussels menyerukan “pembekuan aset-aset Rusia” di bank-bank Barat, jika Moscow tidak menyerahkan Crimea kepada rejim kudeta di Kiev. Kapitulasi Rusia menjadi harga untuk memperbaiki hubungan Timur-Barat. Rejim Obama dan sekumpulan anggota Kongres AS, pakar media dan penasehat kebijakan menyerukan, atau terlibat dalam, menjatuhkan sanksi terhadap sektor strategis dari ekonomi Rusia, termasuk aset finansialnya di Barat. Opini di Eropa terbagi terkait isu ini: Inggris, Perancis dan rejim anti Rusia fanatik di Eropa Tengah (terutama Polandia dan Republik Ceko) mendorong sanksi yang keras, sementara Jerman, Italia dan Belanda lebih menghitung dalam memberikan tanggapan (Financial Times, 3/5/14. p.2).

Basis Washington yang mendukung penerapan sanksi terhadap Rusia melihat ini sebagai kesempatan untuk: (1) menghukum Rusia karena menyetujui permintaan pemerintahan otonom Crimea untuk mempertahankan diri dari kudeta Kiev dengan mengaktifkan tentara Rusia yang ditempatkan di daerah tersebut; (2) melemahkan ekonomi Rusia dan mengisolasinya secara politik dari partner Baratnya dalam berdagang dan investasi; (3) melegitimasi perebutan kekuasaan dengan kekerasan oleh kaki tangan neoliberal dan neo Nazi dari AS; dan (4) mempromosikan destabilisasi didalam perbatasan Federasi Rusia. Minimalnya, sanksi ekonomi telah menjadi alat agresif untuk menyalurkan energi elit dan oligarki pro Barat korup di Rusia untuk mempengaruhi pemerintahan Putin agar menerima rejim de facto di Kiev dan menyerahkan bangsa Crimea otonom ketangan mereka.

“Sanksi” dilihat oleh penasehat Gedung Putih sebagai: (1) memproyeksikan kekuasaan AS, (2) mengamankan Ukrainia sebagai basis strategis baru untuk NATO, (3) secara etnis membersihkan daerah yang beragam dan rumit dari minoritas berbahasa Rusia dan (4) membuka Ukrainia untuk penjarahan besar-besaran atas sumber daya ekonomi dan alamnya oleh perusahaan multinasional Barat.
Rejim Obama mengutip “keberhasilan” sanksi finansial dan ekonomi terhadap Iran sebagai ‘model’ untuk apa yang bisa diterapkan pada Rusia: Ekonomi yang dilemahkan, pengecilan perdagangannya, destabilisasi mata uangnya dan mendorong kelangkaan barang-barang konsumsi dan kerusuhan massa. (FT 03/05/2014 p.2). Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendorong bentuk pembalasan ekonomi yang jauh lebih ekstrim: sanksi perdagangan dan investasi, yang jelas akan menuju pada pemutusan hubungan diplomatik. (FT 03/05/2014 p.1)

Akibat dari Sanksi Kepada Rusia, AS dan UE

Sanksi energi dan finansial terhadap Rusia, mengasumsikan bahwa sanksi tersebut dapat dijalankan, akan memberikan akibat besar pada perusahaan energi Rusia, oligarki dan bankirnya. Perjanjian perdagangan dan investasi akan dimansuhkan. Sebagai akibatnya Eropa, yang mengandalkan import minyak bumi dan gas Rusia sebesar 30 persen dari kebutuhan energinya, akan kembali pada resesi ekonomi (FT 03/05/2014 p.2). AS tidak pada posisi untuk menggantikan kekurangan energi tersebut. Dengan kata lain, sanksi perdagangan dan investasi terhadap Federasi Rusia akan memiliki “efek bumerang” – terutama terhadap Jerman, ‘lokomotif’ ekonomi dari Uni Eropa.

Sanksi keuangan akan melukai oligarki korup Rusia yang menyimpan puluhan miliar Euro dan Poundsterling di real estate, investasi bisnis, tim olah raga dan institusi keuangan Eropa. Sanksi dan pembekuan riil dari aset-aset luar negeri miliarder Rusia akan mengurangi semua transaksi menguntungkan bagi institusi keuangan utama barat, seperti Goldman Sachs, JP Morgan-Chase dan “raksasa Wall Street” lainnya termasuk juga di “City of London”. (FT 03/05/2014 p.2) Dalam menghukum Putin, UE akan juga “meludahi dirinya sendiri”. Sanksi dapat melemahkan Rusia namun juga akan mempercepat krisis ekonomi di UE dan pemulihannya yang rentan.

Tanggapan Rusia Terhadap Sanksi

Secara esensial Pemerintahan Putin dapat mengambil salah satu dari dua kutub tanggapan berikut ini terhadap sanksi AS-UE: Mereka dapat tunduk dan mundur dari Crimea, menandatangani persetujuan terhadap basis militernya (dengan mengetahui bahwa NATO tidak akan mematuhinya), dan menerima status internasionalnya sendiri sebagai Negara pengikut-palsu yang tidak mampu membela sekutunya dan perbatasannya sendiri; atau Pemerintahan Putin dapat menyiapkan serangkaian kontra-sanksi timbal balik, menyita investasi Barat, membekukan aset-aset keuangan, mangkir dari pembayaran hutang dan menasionalisasi ulang industri-industri utama.

Negara Rusia akan diperkuat dengan mengorbanan sektor oligarki dari elit kebijakan Rusia yang neo liberal dan pro Barat. Rusia dapat menghapuskan perjanjian transportasi dan basis dengan AS, memotong rute suplai Pentagon Asia Tengah ke Afganistan. Presiden Putin dapat menghentikan sanksi terhadap Iran, melemahkan posisi negosiasi Washington. Akhirnya Rusia dapat secara aktif mendukung gerakan anti imperialis di Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin sementara memperkuat dukungannya pada pemerintah Syiria seperti dirinya sendiri mempertahankan diri dari jihadis kekerasan yang didukung oleh AS.

Dengan kata lain, sanksi AS-UE sementara berusaha untuk menggoyang Rusia dapat saja meradikalisir kebijakan dalam dan luar negeri Moscow serta memarginalisasi oligarki pro Barat saat ini yang memiliki pengaruh saat ini dan kedepan atas kebijakan pedamaian Pemerintahan Putin dan Medvedev.

UE dan Obama dapat mengkonsolidasikan cengkraman mereka terhadap Ukrainia namun mereka memiliki banyak kehilangan dalam skala global. Lebih jauh lagi, Ukrainia kemungkinan besar akan berubah menjadi Negara boneka yang sangat tidak stabil bagi para perencana NATO. Pinjaman UE, AS dan IMF untuk rejim yang bankrupt tersebut dengan syarat (1) Empat puluh persen potongan subsidi energy dan gas, (2) lima puluh persen potongan terhadap pembayaran pensiun sektor publik, (3) peningkatan besar-besaran didalam harga barang-barang konsumsi dan (4) privatisasi (penjarahan) badan-badan usaha milik Negara. Hasilnya adalah PHK massal dan peningkatan pengangguran. Program pengetatan neoliberal akan lebih jauh lagi memperburuk standart hidup kebanyakan buruh upahan dan kemungkinan besar mempertentangkan ‘basis popular’ neo Nazi, mendorong protes massa dengan kekerasan yang baru. Barat akan bergerak maju dengan ‘perjanjian’ dengan antek Ukrainianya ‘diatas’ namun akan menghadapi konflik keras ‘dibawah’.

Prospek Brussel dan IMF mendiktekan kebijakan ekonomi yang sangat menghancurkan sebagai bagian dari sebuah program pengetatan terhadap massa penduduk Ukrainia akan menjadi ejekan bagi slogan-slogan nasionalis sombong dari tukang kudeta Kanan jauh. Keruntuhan ekonomi, kekacauan politik dan kebangkitan sosial yang baru akan menggerus capaian politik yang didapatkan pada saat pencaplokan kekuasaan pada Februari 2014.

Kesimpulan

Terungkapnya konflik AS-UE-Rusia atas Ukrainia memiliki konsekwensi yang panjang, yang akan menentukan konfigurasi kekuasaan global dan mendorong pengelompokan ideologis yang baru.

Sanksi Barat akan secara langsung menghantam kapitalis Rusia dan memperkuat sebuah “belokan kolektivis”. Pencaplokan kekuasaan Barat terhadap ‘bagian lemah dari Rusia’ dapat memprovokasi dukungan lebih besar Rusia terhadap gerakan pemberontakan yang menentang hegemoni Barat. Sanksi dapat mempercepat hubungan perdagangan dan investasi Sino-Rusia, dan juga perjanjian kerjasama militer.

Banyak yang tergantung pada perhitungan Obama dan UE terhadap tanggapan lemah dan kecut dari pemerintah Rusia. Mereka yakin bahwa Federasi Rusia akan sekali lagi, seperti dimasa lampau, ‘menggertak dan berkeberatan’ terhadap gerakan ekspansionis Barat namun tetap tunduk. Jika perhitungan ini salah, jika Barat tetap melanjutkan dengan sanksi keuangan dan energy dan Presiden Putin membuat balasan yang kuat, kita akan menuju pada pusat badai politik baru dimana dunia yang terpolarisasi akan menyaksikan konflik klas, nasional dan regional yang baru.

Oleh : James Petras.

(Diterjemahkan oleh Ignatius Mahendra Kusumawardana dari The James Petras Website).

2,433 total views, 1 views today

Share this post:

Related Posts

Ayo Berlangganan Koran Arah Juang

Leave a Comment