Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Untuk Mengakhiri Rasisme dan Pelanggaran HAM Terhadap Bangsa Papua

Tindakan diskriminasi rasis oleh Indonesia bukan hal yang baru terjadi, tetapi sudah terjadi sejak 1 Mei 1963, ketika Papua dianeksasi ke dalam Indonesia secara paksa. Sejak saat itu pula tindakan rasis oleh Indonesia dimulai. Ini terus terjadi sampai dengan saat ini. Aksi demo anti rasisme beberapa wilayah di tanah Papua bukan terjadi begitu saja tetapi akibat kemarahan rakyat Papua atas...

Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Menuntut Pembebasan 7 Tapol Papua

JAYAPURA- Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua (SMRP) hari Jumat (12/06) mendatangi Kejaksaan Tinggi Papua (Kejati Papua) di Jayapura dengan membawa sebuah peti jenazah. Peti tersebut diarak arakan menuju Kejati Papua Indonesia dengan disertai beberapa Pamflet yang dihiasi mirip karangan bunga dengan salah satu tulisan: “Turut Berdukacita Hukum Indonesia” serta sebuah salib...

Tutup Freeport dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nere, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak. Waa… waaa… waaa… waaa… waaa.. waaa.. waaa..! Salam Solidaritas! Kontrak Karya PT Freeport dengan pemerintah Indonesia pertama kali dilakukan pada tanggal 7 April 1967, dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) digelar pada tahun 1969. Padahal PEPERA sebagai...

58 Tahun TRIKORA dan Sejarah Panjang Kolonialisme Indonesia Di Tanah West Papua

“Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan ma’rifat untuk memimpin bangsa ini, tetapi bangsa ini akan bangkit dan memimpin bangsanya sendiri” –Izaäk Samuel Kijne (1925) Pertimbangan, 58 Tahun yang lalu [19 Desember 1961], Presiden Soekarno menyerukan Tri Komando Rakyat (TRIKORA) di Alun-alun Utara kota...