Pernyataan Sikap

Tolak Perang Imperialis AS dan Zionisme Israel Terhadap Irak! Ganyak Imperialisme dan Zionisme!

Pada 28 Februari 2026 sekitar pukul 05.00 Waktu Timur (ET), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. Operasi tersebut dilaporkan menargetkan puluhan fasilitas militer dan instalasi strategis di berbagai wilayah Iran. Di saat yang sama, Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan besar ke kawasan: dua kapal induk beserta kelompok tempurnya, lebih dari 150 pesawat militer, serta puluhan ribu personel yang ditempatkan di sedikitnya 13 pangkalan di Timur Tengah. Sebagai balasan awal, Iran dilaporkan menembakkan antara 30 hingga 75 rudal balistik ke arah Israel dan area sekitar instalasi militer Amerika di kawasan Teluk. Laporan awal menyebut sedikitnya 201 hingga 224 penduduk Iran meninggal dalam rangkaian serangan dan serangan balasan tersebut. Iran juga telah mengumumkan kematian Ali Khameini akibat serangan imperialis AS dan Zionis Israel.

Serangan militer tersebut harus dilihat sebagai bagian dari upaya Imperialis Amerika Serikat untuk mendominasi dan memeras dunia untuk kekayaan mereka. Kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari penculikan Presiden Maduro serta intervensi ke Venezuela, blokade dan embargo terhadap Kuba, intervensi ke Meksiko dan Kolombia, upaya pencaplokan Greenland ataupun perang tarif. Termasuk juga pendirian Board of Peace, yang diikuti oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Merespon serangan itu, tidak ada kecaman yang keluar dari mulut Prabowo ataupun pemerintahannya. Tidak ada kecaman, tidak ada sikap tegas terhadap serangan Imperialis AS dan Zionis Israel ke Iran yang jelas melanggar hukum internasional. Prabowo justru mengatakan siap untuk menjadi “penengah” (sic!).

Seperti sikapnya dalam berbagai kebijakan luar negeri, Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki keberanian untuk mengecam Imperialis AS dan Zionis Israel. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya Prabowo mengatakan bahwa hak hidup Zionis Israel harus dihargai. Demikian juga keikutsertaannya dalam Board of Peace menunjukan bahwa Prabowo Subianto tidak bisa menjadi penengah, kemampuannya hanyalah menjadi antek-antek dari Imperialis AS dan Zionis Israel. Board of Peace adalah upaya Imperialis dan Zionis untuk mengusir rakyat Palestina dari Gaza dan menjadikan Gaza sebagai ladang bisnis mereka.

Menjadi penengah adalah janji manis yang selalu diucapkan oleh para elit politik Indonesia yang tidak jujur dan tidak memiliki keberanian menyebutkan bahwa di dunia ini ada kekuatan Imperialis dan Zionis yang agresif menyerang, menundukkan dan mengintervensi kedaulatan negara-negara lainnya untuk keuntungan mereka sendiri. Pengecutnya Prabowo dalam menghadapi Imperialis AS dan Zionis Israel justru menunjukan sejarah panjangnya sebagai antek-antek Imperialis AS dan Zionis Israel. Atau dalam bahasa Prabowo sendiri, bahwa dia adalah “anak baik Amerika Serikat”.

Imperialisme Amerika Serikat dan Zionisme Israel adalah musuh utama perdamaian dunia. Antek-antek Imperialis dan Zionis di negara dunia ketiga, seperti Prabowo Subianto, tidak akan mampu menciptakan perdamaian dunia, pun hanya penengah. Hanya persatuan serta solidaritas internasional kelas buruh dan rakyat yang mampu menghadang kekuatan Imperialis AS dan Zionis Israel.

Perserikatan Sosialis dan Organisasi Kaum Muda Sosialis menyerukan persatuan kekuatan buruh dan rakyat Indonesia serta seluruh dunia untuk menolak perang Imperialis dan ZIonis! Mengganyang kekuatan Imperialis dan Zionis yang menghancurkan perdamaian dunia!

Tolak Perang Imperialis AS dan Zionis Israel! Ganyang Imperialisme dan Zionisme!

Tuntaskan Revolusi Demokratis!

Menangkan Sosialisme!

http://linktr.ee/arahjuang

Loading

Comment here