Perjuangan Hapus Outsourcing Dengan Boikot Produk Sari Roti

boikot sari roti

Pemberlakuan tenaga kerja Outsourcing yang kian merajalela mulai melahirkan jenis-jenis perlawanan yang bervariasi dari buruh. Setelah dipecat sepihak oleh PT. Nippon Indosari Copindo (NIC), Tbk sekitar 5 bulan yang lalu, buruh belum kehilangan siasatnya melawan.

Sampai saat ini, terdapat kurang lebih 633 buruh yang dipecat dan tidak lagi mendapatkan upah nya selama 5 bulan karena melakukan perlawanan mereka terhadap sistem kerja outsourcing di perusahaan yang ternyata sedang berkembang pesat ini. “Sungguh mengkhawatirkan, jika dalam jenis pekerjaan yang jelas-jelas merupakan pekerjaan utama dan inti produksi saja pemberlakuan outsourcing masih dapat berlaku terang-terangan”, ujar Taufik yang mewakili rekan-rekannya tersebut.

Selain itu, perusahaan juga dinilai telah melakukan tindakan pemberangusan serikat pekerja dengan memberikan mutasi kepada 2 orang pengurus serikat pekerja. “Kami masih terus melawan”, ungkap Taufik menggebu-gebu. Bahkan selain bergabung dengan gerakan Mogok Nasional dalam Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh 30 September lalu, dirinya dan kawan-kawan akan melakukan aksi boikot produk Sari Roti hingga kasus yang menimpa mereka dapat diselesaikan, yaitu dipekerjakan kembali sebagai pekerja tetap dan mendapatkan hak-hak nya yang telah dirampas selama 5 bulan terakhir.

Tuntutan itu nampaknya tidak berlebihan jika dikaitkan dengan pasal 66 ayat 1 UUK. Apalagi perusahaan diketahui sedang melakukan perluasan bisnis. (kbr)

 2,358 total views,  1 views today

Share this post:

Related Posts

One Comment

  1. kempor says:

    wew.
    aku makannya sari roti mulu deh kyknya -_-

Leave a Comment