Reklaim Australia dan Mandulnya Kaum Liberal

Reclaim AustraliaBerbagai kantor berita pada akhir pekan Paskah dipenuhi dengan adegan protes di Lapangan Federasi Melbourne, dimana demonstran anti rasis bentrok dengan kelompok fasis yang diorganisir dalam demonstrasi “Reklaim Australia”.

Tidaklah sulit untuk menunjukan bahwa demonstrasi Reklaim dan demonstrasi tandingannya bertentangan satu sama lain.

Pun begitu sejumlah kecil komentator berpikir bahwa mereka dapat memoles kecerdasan mereka dengan mengatakan pada para pembaca mereka bahwa apa yang mereka lihat sebagai sesuatu yang berbeda sebenarnya adalah sama.

Brad Chilcott, dalam artikel untuk Guardian berjudul “Melawan kebencian dengan kebencian di demonstrasi Reklaim Australia adalah kegagalan dari politik progresif”, menyimpulkan kedua demonstrasi sebagai “buah busuk dari kebencian, kebodohan dan konfrontasi dengan kekerasan”.

Dia dan penulis Age memusatkan perhatian pada profanitas dan perkelahian yang terjadi antara demonstrasi dan tandingannya, yang seharusnya memperkuat persepsi bahwa kedua pihak bermusuhan satu sama lain, namun bagi Chilcott dan Elder perbedaan utama adalah antara mereka yang rasional dan rakyat jelata – rasis dan anti rasis sama saja.

Jika kau tidak dapat mengidentifikasi dari tato swastika bahwa orang-orang tersebut adalah Nazi, kalimat dibawah foto yang menemani tulisan Chilcott menunjukan mereka sebagai “orang yang berkepala botak”. Istilah yang sedikit lebih tepat adalah “skinhead”, namun hal itu bisa mengecoh perbedaan sebenarnya diantara para demonstran menjadi sekedar perbedaan pada gaya rambut mereka.

Ketika Elder mengacu pada plakat “lucu” bertuliskan slogan, “Anda tetap gunakan jilbab anda, saya akan tetap menggunakan klitoris saya”, dia menunjukan kecenderungan yang sama untuk mengecilkan kedengkian kaum fasis.

Demonstran tandingan mengetahui yang lebih baik. Preman-preman dengan lencana Nazi, yang akan memukuli orang Muslim di jalanan jika mereka bisa, pantas mendapatkan semua yang terjadi saat Sabtu Paskah. Chilcott dan kaum “progresif” semacamnya hanya melihat keburukan dalam pendirian seperti itu.

Saya ikut dalam demonstrasi tandingan dan saya melihatnya berbeda. Saya membuat border dengan seorang mahasiswa baru dari Universitas Melbourne yang sebelumnya belum pernah ikut demonstrasi. Saat pertama, saya protektif. Bagaimanapun juga, kita sedang digencet dari belakang oleh pasukan polisi berkuda dan disikat di depan oleh preman yang ukuran badannya tiga kali dari kita.

Setelah dorong-dorongan yang ketiga kali, saya ingat kegembiraan saya sendiri saat piket dalam pemogokan sekitar satu dekade lalu menentang menteri imigrasi Philip Ruddock, dan menyadari bahwa bagi perempuan muda disamping saya ini adalah pengalaman yang menggembirakan bersamaan dengan pengalaman memalukan bagi preman-preman berotot itu yang tidak dapat menerobos border kita yang kebanyakan terdiri dari perempuan muda pendek.

Bagi kaum liberal seperti Chilcott, kegembiraan perjuangan tidak pernah ada dalam gambaran karena mereka membenci ide bahwa nyanyian suara massa dapat menyingkirkan semua kolumnis Guardian yang sok tau. Memohon rakyat untuk menjadi lebih moderat, apa yang sebenarnya mereka maksud adalah agar rakyat lebih banyak diam.

Kegagalan riil dari politik progresif adalah milik Chilcott. Tulisan dia mengkontraskan imigran yang menari bersama di kamp Paskah dengan demonstrasi dan demonstrasi tandingan. Namun kita tidak dapat menari-nari disekeliling fasis. Jika mereka mencoba untuk melakukan demonstrasi lagi, kita akan menghadapinya.

Demonstrasi tandingan di Federation Square mengalahkan ratusan demonstran Reklaim yang kemungkinan tidak menyadari apa yang akan dihadapinya dan tidak siap untuk secara fisik menerobos blokade demonstran tandingan dan dipermalukan sebagai seorang rasis. Dengan cara itu, demonstrasi tandingan telah membuat kelompok fasis kelaparan untuk anggota baru.

Cata kata-kata saya, demonstrasi tandingan di lain waktu akan lebih besar lagi karena, bertentangan dengan nasehat Chilcott dan Elder tentang bagaimana meluaskan seruan kita, liputan blokade demonstrasi tandingan yang menghentikan ratusan orang yang akan melakukan demonstrasi Reklaim adalah inspirasi terbaik yang mungkin ada untuk bergabung dalam blokade kedepan.

Notes : Reklaim Australia : Sebuah organisasi sayap kanan baru yang menggelar demonstrasi di beberapa kota di Australia pada 4 April 2015. Manifesto Reclaim Australia secara eksplisit menargetkan umat Muslim. Mereka menyebarkan teori konspirasi tentang umat Muslim. Kelompok-kelompok didalamnya ingin membangun kembali gerakan nasionalis kulit putih, anti imigran dan anti pengungsi. Poros Reclaim Australia tersusun dari berbagai kelompok ekstrim kanan dan neo-Nazi yang mencoba mencari basis lebih luas untuk merekruit anggota.

Sumber : Redflag.

Diterjemahkan oleh Ignatius Mahendra Kusumawardhana, Kontributor Arah Juang dan Anggota KPO-PRP.

1,590 total views, 1 views today

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment