Pernyataan Sikap

Hentikan Serangan Donald Trump terhadap Rakyat Kuba

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menciptakan kelaparan di Kuba. Kelaparan massal dan penderitaan rakyat Kuba menjadi tujuan dari Perintah Eksekutif darurat terbaru Trump yang melarang Kuba, sebuah negara kepulauan, mengimpor minyak atau sumber energi apa pun yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Ini adalah taktik kasar untuk pertama, menghancurkan sosialisme yang dibangun Kuba sejak tahun 1959. Sosialisme yang memberikan inspirasi kepada kelas buruh dan rakyat di berbagai belahan dunia. Kuba juga merupakan negara pelopor yang secara konsisten melakukan kerja-kerja solidaritas kemanusiaan internasional.

Berbeda dengan negara-negara kapitalis, seperti Indonesia, buruh dan rakyat Kuba menikmati pendidikan serta kesehatan gratis. Kekuasaannya dikontrol oleh buruh dan rakyat secara langsung lewat organisasi-organisasi rakyat. Tidak ada anak yang harus bunuh diri karena tidak bisa mendapatkan buku dan pensil, tidak ada pula anak-anak yang harus keracunan karena program makan gratis, tidak ada anak-anak yang harus hidup mengemis di jalanan. Di Kuba, tidak ada elit politik yang mendapatkan keuntungan dari program-program pemerintah. Semuanya diabdikan untuk kemajuan buruh dan rakyat.

Kuba menyelamatkan ribuan nyawa selama pandemi dengan brigade medisnya di lebih dari 50 negara di dunia; berkomitmen untuk mendukung proses perdamaian dan membuka pintu penyelesaian konflik bersenjata; berhasil memerangi buta huruf dan membagi metodenya ke seluruh dunia. Kuba adalah negara yang selama pandemi memproduksi tiga vaksin melawan COVID-19 untuk melindungi penduduknya, dan secara historis telah mengalokasikan sumber daya untuk memperkuat solidaritas dan internasionalisme dengan rakyat di seluruh penjuru dunia. Kuba juga mengirim tim medisnya untuk membantu penangangan gempa Yogyakarta pada tahun 2006.

Kedua, ini merupakan upaya mengalihkan perhatian publik dari berbagai persoalan dalam negeri Amerika Serikat yang memicu gelombang penolakan massal, dan seperti yang telah kita lihat di Venezuela, merupakan pendahuluan menuju serangan militer ilegal.

Kami, bersama jutaan rakyat di seluruh dunia, menolak tindakan tidak manusiawi terhadap rakyat Kuba ini. Ini bukanlah kebijakan keamanan nasional; ini adalah tindakan perang ekonomi yang disengaja, yang bertujuan mencekik seluruh rakyat Kuba.

Perintah Eksekutif Donald Trump, merupakan bagian dari upaya panjang Imperialisme Amerika Serikat untuk mencekik dan menghancurkan Kuba. Dalam pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya, rakyat di Amerika Serikat dan Kuba menyambut langkah untuk menormalisasi hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba. Ini sebagai akhir yang menggembirakan dari kebijakan Perang Dingin yang sudah usang dan telah lama mendominasi hubungan kedua negara.

Namun, Trump membalikkan arah yang telah dimulai oleh pemerintahan sebelumnya. Perintah Eksekutif tertanggal 29 Januari melabeli Kuba sebagai “ancaman yang tidak biasa dan luar biasa” bagi Amerika Serikat. Klaim ini jelas tidak benar, tetapi digunakan sebagai dalih untuk menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap negara mana pun yang mencoba mengirimkan minyak atau berdagang dengan Kuba.

Dampak dari Perintah Eksekutif yang baru ini akan diukur melalui penderitaan manusia:

  • Keluarga-keluarga akan kehilangan listrik untuk penerangan, pendinginan makanan, dan memasak.
  • Rumah sakit akan menghadapi pilihan yang mustahil, berisiko menutup bangsal dan menghentikan perawatan penting.
  • Distribusi makanan dan obat-obatan akan lumpuh.
  • Kelompok paling rentan—anak-anak, lansia, dan orang sakit—akan menanggung beban terbesar dari kekejaman ini.

Kebijakan ini tidak dapat dibenarkan secara moral. Ini memperdalam krisis kemanusiaan yang diciptakan oleh Amerika Serikat sendiri. Kuba tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat. Memaksa sebuah populasi tunduk melalui kelaparan bukanlah diplomasi; itu adalah bentuk terorisme.

Kami menyerukan kepada semua rakyat yang memiliki hati nurani untuk menolak kekejaman ini dan menuntut penghentian segera blokade, embargo serta semua bentuk serangan tersebut. Selama lebih dari 30 tahun, Majelis Umum PBB setiap tahunnya, dengan mayoritas yang sangat besar, telah mengecam embargo Amerika Serikat terhadap Kuba. Trump harus menjalankan kebijakan luar negerinya dengan menghormati kehendak rakyat di dunia dan sesuai dengan hukum internasional.

Kami, kelas buruh rakyat di seluruh belahan dunia, ingin memiliki hubungan yang normal dengan Kuba, memperlakukan Kuba secara setara dan penuh hormat, dan yang terpenting melihat Kuba dan rakyatnya sebagai tetangga, bukan musuh.

Kami juga menolak tegas Rezim Prabowo-Gibran, antek-antek Imperialis, yang tidak bersolidaritas untuk Kuba dan justru membuntut pada kebijakan-kebijakan Trump, seperti dalam Board of Peace terkait Palestina.

Biarkan Kuba Hidup! Kuba Bukan Ancaman!

Ditandatangani oleh:

Perserikatan Sosialis

Loading

Comment here