Sekali Lagi Tentang Peristiwa 65: Apa Yang Harus Diperjuangkan?

65
Oleh: Kirta Braja Setiap melewati bulan September-Oktober, kita sekali lagi diingatkan pada petaka berdarah 1965 yang mengubah keadaan rakyat sedemikian rupa seperti belum merdeka. Tahun lalu, ketika peristiwa itu tepat melewati masa 50 tahun, sebagian elemen masyarakat telah bahu-membahu mengangkat peristiwa ini ke panggung nasional hingga internasional dengan berbagai macam cara. Salah satunya...

Sejarawan UGM : Genosida Intelektual Memberangus Ideologi dan Kaum Kiri di Kampus Pasca 1965

MAP Corner UGM Genocida Intelektual
Gerakan kontra-revolusi (Tragedi 1965) yang telah memukul mundur kesadaran dan kapasitas rakyat untuk memperjuangkan kehidupan mereka turut menghantam kehidupan Kampus-kampus di Indonesia. Kampus sebagai ruang kebebasan akademik, tak luput dari pusaran kejahatan kemanusiaan. Civitas akademik di Kampus, mulai dari dosen, staf dan mahasiswa, banyak yang dipecat, ditangkap dan tidak diketahui nasibnya....

Senyap, Upaya Penegakan HAM dan Pelurusan Sejarah

Film Senyap Hukum Unmul 13 Desember 214
Senyap – The Look of Silence, lanjutan dari film dokumenter JAGAL karya Joshua Oppenheimer yang menceritakan tentang tragedi tahun 1965 dibulan September. Dalam peristiwa tersebut, 3 juta rakyat yang merupakan anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dibunuh. Bentuk genosida terbesar di abad 20 setelah yang dilakukan oleh Nazi. PKI yang saat itu merupakan salah satu partai komunis...

Catatan Pendek Diskusi Film “Saya Rasa Itu Sulit Untuk Dilupakan” Oleh Dema Justicia FH UGM

Korban 65
Kamis sore, 25 September 2014, Dema Justicia FH UGM mengadakan screening dan diskusi film berjudul “Saya Rasa itu Sulit Untuk Dilupakan”. Screening dan diskusi film ini diselengarakan dalam rangka menuju peringatan tragedi kelam yang terjadi 49 tahun silam antara sejak 30 September 1965. Mahendra dari KPO-PRPdan Restu dari SMI menjadi pembicara dalam acara tersebut. Antusias yang tinggi...

HUT Ke III Koma Progresif : Bersama Mendorong Persatuan Gerakan Muda Progresif Revolusioner

HUT III Koma 1 Oktober 2014
Pada tanggal 1 Oktober 2014, bertepatan dengan peristiwa GESTOK/ G30S merupakan hari terbentuknya Organisasi Konsentrasi Mahasiswa Progresif (Koma Progresif ) Samarinda Kalimantan Timur. Dalam memperingati hari jadinya yang ketiga, Koma Progresif mengangkat tema “Bersama – sama Mendorong Persatuan Gerakan Muda Progresif Revolusioner”. Koma Progresif berupaya mengagas kembali persatuan...

Media Partai

Harian Rakjat
Menjadi partai, mestinya disadari lebih awal, adalah pertarungan menuju singgasana kekuasaan. Partai bukan seperti paguyuban sosial atau perkumpulan berbasis keagamaan yang imun dari cita-cita politik kuasa. Maka orang yang memasuki partai adalah pribadi yang menyiapkan dirinya sedemikian rupa sebagai kandidat penguasa untuk menjalankan mesin sebuah rezim. Sebagai kandidat pengendali sebuah rezim,...

M.H. Lukman, Hikayat Seorang Anggota Dewan

MH Lukman
Dengan anugerah berupa akal dan hati yang diberi Tuhan di bumi Indonesia, makilah orang-orang komunis sebagai dajjal di atas dajjal. Jangan sia-siakan umur dengan toleransi yang longgar agar paham orang-orang komunis yang tak bertuhan itu dapat hidup kembali di bumi Pancasila; walau mereka keluarga kiai haji dan menjalankan wiridan tiap hari. Tak cukup disembelih, bahkan ketika mati tanpa kubur dan...

Melanjutkan Pelurusan Sejarah 65

sulawesi bersaksi
“Ada pencuri yang dikejar-kejar massa, lalu diteriaki PKI. Pencuri itu mendadak berhenti dan mengatakan pada massa yang mengejarnya kalau dirinya bukan PKI, tapi hanya pencuri” Demikian lelucon Edward L Poelinggomang, salah satu nara sumber pada sebuah diskusi dan peluncuran buku “Sulawesi Bersaksi” yang digelar di Aula Prof. Mattulada Universitas Hasanudin, Makasar, Senin 3 Desember 2013. Diskusi...