Aksi Solidaritas Melawan Kekerasan Seksual di UGM

Kita semua, massa yang marah dan frustasi akan kekerasan seksual di dalam kampus, harus menyatakan sikap yang lebih jelas dan tegas: berpihak pada kepentingan penyintas. Tidak ada area abu-abu dalam hal ini. Sudah saatnya berteriak anti kekerasan seksual dengan lantang dan menyingkirkan para pelaku kekerasan seksual. Berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Universitas Gadjah Mada...

Seruan Aksi Solidaritas Melawan Kekerasan Seksual di UGM

Berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Universitas Gadjah Mada nyatanya tidak kunjung mendapatkan penyelesaian. Kasus kekerasan seksual yang terjadi dapat diibaratkan sebagai gunung es, dimana kasus yang terungkap hanya sebagian kecil dari kasus yang ada. Hal tersebut tentu menjadi hal yang memprihatinkan mengingat Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu universitas dengan...

Aksi Diam LSS di Diskusi MAP Corner “Kekerasan Seksual dan Lonceng Kematian Dunia Akademik”

Bola api terkait isu kekerasan seksual di UGM masih bergulir. Namun Hardika Saputra (HS) masih belum juga ditindak sesuai dengan keinginan penyintas, Eric Hairiej (EH) masih saja bebas bergerak setelah melakukan lebih dari satu kali pelecehan seksual. Akhirnya perbincangan semakin banyak muncul mengenai isu terkait. MAP-Corner UGM, yang menyelenggarakan diskusi rutin mencoba mengangkat isu ini pada...

Melawan dan Memperkuat Perlawanan Terhadap Seksisme dan Kekerasan Seksual di UGM: Mengapa Kami Menuntut Pecat EH dan Pecat HS?

Beberapa bulan belakangan ini berkembang perlawanan terhadap kekerasan seksual di Universitas Gadjah Mada (UGM). Bisa dikatakan pertama kali muncul pada pertengahan Agustus 2018, saat itu stiker “Tendang Pemerkosa Keluar Kampus!” ditemukan di beberapa titik di UGM. Stikertersebutditemukanterutama di toilet, di FakultasIsipol, Ilmu Budaya, Kehutanan, Geografi, Kedokteran Gigi, Pertanian, Teknik,...

Pernyataan Sikap Bersama Menolak Diam, Bangun Solidaritas dan Aksi Massa, Lawan Kekerasan Seksual

Kasus-kasus kekerasan seksual yang selama ini tersembunyi rapat di Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai terkuak. Setelah kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh Eric Hiariej pada tahun 2015, dia kembali melakukan kekerasan seksual lagi. Sekarang juga muncul kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh Hardika Saputra terhadap “Agni” saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Data yang dihimpun dari berbagai...

Pemogokan #MeToo di McDonalds

Buruh McDonald di sepuluh kota meninggalkan tempat kerjanya pada 18 September untuk menuntut diakhirinya kekerasan seksual di tempat kerja – membantu untuk menegaskan sorotan #MeToo di Golden Arches (lambang McDonald-pen). Di Chicago, buruh dan pendukung mereka bergerak ke kantor pusat McDonald, yang disebut sebagai “Hamburger University”, membawa spanduk bertuliskan “#MeToo McDonald’s.”...

#MeToo Terbukti Butuh Perubahan Struktural

#MeToo[1] adalah gerakan sensasional, penuh “gimmick”[2], dan sebagian besar berfokus pada Hollywood dan hirarki-hirarki elit lainnya. Namun apa yang diungkapnya dapat dikenali oleh kaum perempuan di manapun. Pelecehan seksual, mulai dari serangan ekstrem sampai perhatian seksual yang tidak diinginkan sehari-hari, umum terjadi dan dinormalisasi. Semakin banyaknya perempuan yang percaya diri untuk...

Melawan Kekerasan Seksual di Industri Hiburan

Golden Globe 2018 nampak berbeda karena tidak ada pemandangan selebritas Hollywood dengan gaun yang berwarna-warni, melainkan berwarna hitam. Mereka juga mengkampanyekan #TimeIsUp. Hal tersebut merupakan kampanye selebriti Hollywood dalam menanggapi  berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di kalangan selebriti Holywood. Beberapa selebriti datang bersama aktivis dari berbagai macam organisasi....

Kontrol Seksisme terhadap Tubuh Perempuan dan Hak atas Reproduksi

Seksisme hadir 24 jam dalam keseharian perempuan, baik di rumah, di ruang publik, di ruang kerja bahkan di ruang privat. Seksisme hadir dalam bentuk diskriminasi, marjinalisasi, dilabeli (stereotip  gender), kekerasan seksual, komodifikasi, beban kerja ganda, objektifikasi seksual dan korban terbanyak pemiskinan. Termasuk seksisme dan kekerasan verbal yang ada dalam ucapan sehari-hari (pelacur, lonte,...

Mengandaikan Kenyamanan Korban Perkosaan = Melanggengkan Seksisme

Pernyataan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam yang mengemukakan “…korban perkosaan bisa ditanya apakah nyaman selama perkosaan” sebagaimana termuat dalam wawancara dengan BBC Indonesia meneguhkan peran aparat bukan hanya sebagai instrumen kekerasan legal dari rezim dan kelas penguasa namun juga instrumen pelanggeng seksisme. Dalih kepolisian, “Pertanyaan...