Peristiwa 27 Juli 1996

Periode 1988-1996 adalah periode saat atmosfir politik diradikalisasi dengan cepat. Muncul ratusan, mungkin ribuan aksi di seluruh Indonesia. Pada April 1994 sindrom demonstrasi-ditambah-kerusuhan seperti yang terjadi pada Malari terulang di Medan. Demonstrasi buruh menuntut penyelidikan terhadap kematian pemimpin pemogokan buruh serta hak buruh untuk bergabung dengan serikat buruh yang baru...

Pelajaran Dari Revolusi Spanyol

Spanyol awal abad ke 20, di bawah monarki yang ditopang oleh Gereja Katholik dan korps perwira aristokratik. Kelas borjuisnya meskipun terkadang kritis terhadap monarki namun tidak teguh melawannya. Tanpa dukungan dari kelas bermilik, monarki berulang kali mencari dukungan militer. Pada 1923, Jenderal Miguel Primo de Rivera mendirikan kediktaktoran militer. Ketika Great Depression tahun 1929,...

Biak Berdarah: Pelanggaran HAM Militerisme Terhadap Aksi Damai Papua

Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto berhasil digulingkan dan ruang demokrasi relatif terbuka. Pembukaan ruang demokrasi tersebut juga dimanfaatkan oleh rakyat Papua untuk menyuarakan tuntutannya. Peringatan Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli yang biasanya dilakukan di hutan-hutan saat itu juga mulai diperingati di beberapa kota. Sekitar bulan Juli hingga Oktober 1998, massa mengorganisir diri...

Clara Zetkin, Pejuang Pembebasan Perempuan dan Kelas Buruh

Lahir pada 15 Juli 1857 dengan nama Clara Eissner di desa kecil Wiederau, Saxony, Jerman. Awalnya Clara belajar menjadi guru sekolah namun pada umur 17 tahun tertarik ke dalam gerakan buruh dan perjuangan perempuan. Pada umur 21 tahun, dia menjadi sosialis dari pengaruh kepala sekolahnya Auguste Schmidt, seorang feminis borjuis terkemuka. Clara mulai aktif di Partai Buruh Sosialis Jerman (SAPD)....

Fasisme dan Anti Fasisme

Fasisme adalah gerakan reaksioner berbasis borjuis kecil dan lumpen proletar yang lahir dan subur saat kapitalisme mengalami krisis serta bertujuan untuk menghancurkan gerakan kelas buruh dan rakyat pekerja pada umumnya serta gerakan kiri pada khususnya agar mencegah mereka mengambil alih kekuasaan serta dengan demikian menyelamatkan kapitalisme dan masyarakat kelas itu sendiri. Fasisme berwatak...

Pertarungan Kepentingan Dari BPUPKI Sampai BPIP

Analisis Sosialisme Ilmiah terhadap Pancasila Terorisme-Fundamentalisme di Indonesia belakangan ini memicu reaksi balik salah satunya berupa demam Pancasila. Beserta jargon-jargon lainnya: Kebhinnekaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)—khususnya NKRI Harga Mati, dan sebagainya, digunakan untuk mendukung negara dan pemerintah dalam melawan musuh-musuhnya. Dalam konteks ini: Terorisme-Fundamentalisme—khususnya...

Rusia 1917 – Bagaimana Revolusi Mengalahkan Pandemi?

Agit(asi)-Kereta Bolshevik menyebarluaskan informasi kesehatan masyarakat di seantero Rusia Pemerintah di seluruh dunia gagal melindungi rakyat dari virus Corona. Tetapi ada cara yang lebih baik untuk mengatasi penyakit. Di Rusia setelah revolusi 1917, Tifus merupakan ancaman besar, tetapi langkah-langkah revolusioner yang dipimpin oleh rakyat biasa menghentikan penyebarannya, tulis Charlie...

Dari ISDV ke PKH (100) Tahun Pendirian Kepeloporan Revolusioner di Indonesia

23 Mei 1920 silam, Indische Sociaal Democratische Vereening (ISDV) atau Perhimpunan Demokratis Sosial Hindia berubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH). Momentum ini kemudian tiap tahun diperingati sebagai hari pendirian Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun perubahan nama dari PKH jadi PKI baru tahun 1924. Terlepas dari itu, ini bukan hanya perubahan nama. Melainkan metamorfosis...

Perjuangan Melawan Rezim Militer Soeharto

Semakin mendekati tahun 1965 semakin menjadi jelas bahwa kubu Soekarno, PKI dan para pendukungnya semakin menguasai politik sipil. Kemampuan mobilisasinya terus membesar sementara ide-ide mereka semakin diterima oleh massa. Di kubu sebelahnya, kelas borjuis semakin terlihat lemah tanpa daya. Memang kelas borjuis Indonesia sejak awal kemunculannya pada masa penjajahan Belanda...

Problem Penetapan Pendirian Boedi Oetomo Sebagai Kebangkitan Nasional

Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam Dari Kebangunan Nasional sampai Proklamasi Kemerdekaan Sukarno menyatakan dibutuhkan simbol persatuan pasca-proklamasi. Ki Hadjar Dewantara  mengemukakan bahwa untuk itu Sukarno memilih tanggal pendirian Boedi Oetomo (BO). Sebab hari itu didirikanlah perhimpunan kebangsaan pertama pertama. “…Boedi Oetomo, didirikan dengan maksud menyatukan...