Kemana Setelah Omnibus Law Disahkan?

RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja akhirnya disahkan oleh DPR pada 5 Oktober lalu. Pengesahan ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, penolakan dari berbagai gerakan kelas buruh dan rakyat serta serangan terus menerus kelas borjuis terhadap demokrasi dan hak-hak rakyat. Situasi ini mempertegas analisa Marxis bahwa negara adalah alat penindasan kelas berkuasa serta untuk menjaga, menjalankan...

Asal Usul Tentara Nasional Indonesia

Saat awal pendirian RI, Sukarno-Hatta awalnya kurang berminat pada pembentukan tentara reguler Indonesia. Pertama, karena khawatir rekam jejak mereka yang memutuskan bekerjasama dengan Jepang akan dianggap Sekutu sebagai bukti kolaborator fasis. Konsekuensinya bukan hanya mereka bisa diseret ke pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Namun juga Republik Indonesia (RI) bisa dianggap...

Rekonsiliasi, Rehabilitasi, Revolusi

Setiap memasuki bulan September, rakyat Indonesia dihadapkan kembali dengan persoalan peristiwa G30S dan Peristiwa 65 di masa lalu. Peristiwa 65 sebagai suatu kontra-revolusi berupa persekusi sekaligus pembantaian besar-besaran terhadap para anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI), genosida dan pogrom rasis terhadap orang-orang Tionghoa, penyingkiran terhadap orang-orang...

Perjuangan Bersenjata Pasca Malapetaka 1965

Pasca 30 September 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) mendapatkan serangan bertubi-tubi. Ratusan ribu kader hingga simpatisan PKI dibunuh dengan keji, disiksa atau dipenjara. PKI sendiri mengeluarkan 5 dokumen yang memberikan gambaran evalusi internal PKI serta langkah yang akan diambil. Salah satu dokumen penting adalah Otokritik Politbiro CC PKI September 1966 “Tegakkan PKI yang Marxis-Leninis...

Siapa Yang Bertanggungjawab Atas Pembantaian 1965?

Setengah abad lebih Malapetaka 1965 masih terus menerus ditutupi oleh militer dan penguasa. Sambil terus menutupinya, militer dan para penguasa menyangkal keterlibatan mereka dalam kekejian tersebut. Mereka mengatakan bahwa pembantaian tersebut adalah konflik horizontal hasil dari“spontanitas kemarahan rakyat”. Bahkan militer berupaya menghentikan amukan rakyat tersebut. Amukan rakyat tersebut adalah...

Kaum Tani dan Revolusi

Pergantian tatanan sosioekonomi adalah proses yang panjang dan kompleks. Perubahan tersebut tidak terjadi secara simultan dan tidak selalu dalam kecepatan yang sama. Banyak dari proses tersebut bukan berasal dari revolusi itu sendiri namun dari proses persiapannya. Seperti yang dikatakan Lenin bahwa revolusi adalah fase dalam perkembangan masyarakat ketika “begitu banyak kontradiksi yang...

Kelas Buruh dan Kaum Muda Menyerukan Merdeka 100 Persen Dari Pandemi dan Tirani serta Perlawanan Terhadap Omnibus Law serta Perjanjian New York

Sejak Kamis hingga Minggu (13-17 Agustus), kelas buruh dan kaum muda di berbagai daerah turun ke jalan. Mereka menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law, menuntut pengesahan RUU PKS, melawan rasisme, menolak New York Agreement 1962 termasuk juga menyuarakan Merdeka 100 Persen Dari Pandemi dan Tirani. Di Berau pada Kamis (13/8), ratusan buruh yang tergabung dalam FHUKATAN-KSBSI Kabupaten...

Kartu Prakerja: Remah bagi Tunakarya, Jatah Raksasa Konglomerat

Dalam kampanye Pilpresnya, Minggu (10/3/2019) Jokowi menjanjikan Kartu Prakerja, suatu program pemberian insentif bagi tuna karya. Bersama dengan promosi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Kartu Sembako Murah, Jokowi berjanji akan meluncurkannya bila dipilih dan dilantik lagi jadi Presiden 2019-2024. Sebagai kebijakan yang meniru Unemployment Benefits atau Tunjangan Tunakarya,...

Kelas Buruh dan Kaum Muda Berjuang Untuk Menggagalkan Omnibus Law

Pada 16 Juli 2020 bertepatan dengan sidang pripurna DPR RI, kelas buruh dan kaum muda melancarkan aksi di berbagai daerah. Isu utama yang diangkat adalah gagalkan omnibus law, termasuk juga isu sahkan RUU PKS, sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga, pendidikan gratis di masa pandemi Covid-19, dsb. Di Jakarta, ribuan orang yang tergabung dalam Gerakan Buruh untuk Rakyat (GEBRAK) turun ke jalan....

Pelajaran Dari Revolusi Spanyol

Spanyol awal abad ke 20, di bawah monarki yang ditopang oleh Gereja Katholik dan korps perwira aristokratik. Kelas borjuisnya meskipun terkadang kritis terhadap monarki namun tidak teguh melawannya. Tanpa dukungan dari kelas bermilik, monarki berulang kali mencari dukungan militer. Pada 1923, Jenderal Miguel Primo de Rivera mendirikan kediktaktoran militer. Ketika Great Depression tahun 1929,...