Tiada Akhir

Rosa Luxemberg Mereka tembak kau, hingga tembus badanmu Dibuang ke sungai Karna bela visi politikmu yang damai   Rosa Muki Bonaparte Bayonet tajam sang musuh Membunuh usia mudamu Karna perjuangkan pembebasan tanah airmu   Maria Tapo dan lainnya Ditembak, dipotong-potong, dibunuh ragamu Karna pertahankan kemerdekaan   Marsinah mati Orang bunuh kau Dirusak vaginamu dengan besi tajam Karna...

Jenderal

Jendral! Kami tak mengenal Peristiwa kelam 30 September 65 Ketika kau datang Kami diindoktrinasi sejarah fiksi: Pemotongan alat kelamin Penyiletan, pencungkilan mata Diiringi tarian genjer-genjer di Lubang Buaya Jendral! Boaventura dan Nicolau Lobato tabu kami sebut Kami kau paksa menghafal tujuh Pahlawan Revolusi Bahkan jumlah sayap Burung Garuda pun kau paksa kami menghafalnya Pun tanggal lahir Diponegoro...

Melenyap-nya Tawa Anak Bangsa

Oleh : Fitrinuraya   Beberapa benar-benar peduli Dan sisanya ada yang pura-pura tuli Dengan segudang rasa benci Dan ini, untuk manusia-manusia, egois yang berjalan dengan bengis Untuk kau pencuri, hak-hak anak ibu pertiwi Apa kau mendengar jeritan pedihnya hidup anak bangsa? Apa kau peduli dengan apa yang melilit perut anak bangsa? Tidak… Tentu saja tidak, bahkan kau tak punya waktu untuk...

Setelah Sumpah Mahasiswa Indonesia

Sumpah Mahasiswa Indonesia – Aliansi Unhas Bersatu – Sumber Saluran Youtube Febri Prasetia Kalau mahasiswa bersumpah bertanah air tanpa penindasan maka kita tidak punya tanah air sebab dari Sabang sampai Ambonia dari Indonesia sampai Rusia dari Amerika Latin sampai Afrika dari Selatan sampai Utara Penuh penghisapan dan penindasan LGBT direpresi di Indonesia dan Rusia Kulit hitam didiskriminasi...

Puisi-Puisi Samah Sabawi

Samah Sabawi adalah generasi baru pemikir Palestina yang menganggap kata-kata penting dalam mengungkapkan hak-hak rakyat Palestina, terutama kata-kata yang dipakai untuk menggambarkan penjajahan Israel. Bahasa adalah alat penting perjuangan pembebasan. Dia terus menerus menggunakan kata ‘apartheid’ dan ‘pemusnahan etnis’ untuk menggambarkan realitas hidup sehari-hari rakyat Palestina. Tapi...

Perempuan dan Perang dalam Wonder Woman

Bagi mereka yang mengikuti perkembangan media massa, khususnya sinema, film Wonder Woman muncul menarik perhatian kita, dengan segala hal postif dan negatifnya serta pro-kontranya. Wonder Woman bukan film superhero(ine) perempuan pertama. Elektra, Cat Woman, dan lainnya sudah mendahuluinya. Belum kalau kita menghitung serial televisi. Jessica Jones dari Marvel bahkan sudah lebih dahulu ada. Pengecualiannya...

“Jangan Jadi Wiji-wijian yang Nggak Thukul”

(Jumat, 3/2/2017) lebih dari 120 orang yang didominasi pemuda menghadiri Sarasehan Budaya Wiji Thukul di Kalimetro, Kota Malang. Sarasehan yang digelar sehari setelah pemutaran film Istirahatlah Kata-kata (IKK). Sarasehan ini diadakan terakota.id bekerjasama dengan Malang Corruption Watch (MCW), Aliansi Jurnalis Independen, InTrans Institute, Komunitas Kalimetro, Capungart, Omah Munir, Komunitas Pelangi,...

Widji Thukul: Aktivis dan Seniman

Pada hari Selasa, 24 Januari 2017, KPO PRP Yogyakarta menyelenggarakan diskusi dengan tema “Widji Thukul: Perjuangan Melawan Orde Baru”. Diskusi tersebut dipantik oleh Hamcrut, salah seorang kawan seperjuangan Widji Thukul. Diskusi dihadiri sekitar 30 orang dari berbagai kampus, organisasi dan generasi aktivis. Dalam diskusi tersebut Widji Thukul tergambar sebagai sosok yang mengagumkan. Dia bukan...

Rogue One dan Dialektika Progresivitas

Alternative-Right, kelompok neo-fasis AS, mencaci Rogue One – A Star Wars’ Story sebagai karya konspirasi Yahudi yang mempromosikan rasa benci diri kaum kulit putih serta pemujaan keanekaragaman representasi ras dalam sinema. Mereka bahkan melancarkan boikot Rogue One berikut tagar #DumpStarWars. Nah, saat kaum reaksioner membenci suatu hal seperti itu, kita—kaum sosialis bukan hanya wajib mengamati...

Hegemoni Borjuasi serta Kepentingan Buruh dan Tugas Sosialis di Lapangan Kebudayaan

Selama ini terdapat pandangan reduksionis atau pandangan yang mengerdilkan terhadap budaya menjadi hanya sekadar tari-tarian, pakaian adat, dan bahasa daerah. Padahal kebudayaan punya makna yang lebih luas dan menyeluruh, yaitu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya (KBBI). Pengerdilan demikian sebenarnya berakar dari: pertama,...