Mahasiswa Maybrat di Yogyakarta Melancarkan Aksi Menuntut Tanggung Jawab Pemerintah

Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Maybrat Jogja menggelar aksi unjuk rasa menuntut perhatian pemerintah terhadap mahasiswa baik di Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia. Mereka melancarkan aksinya di depan Asrama Putra Mahasiswa Maybrat pada 24 April.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa beragam poster menuntut janji kepala dinas pendidikan, meminta transparansi anggaran, tarik militer dari wilayah Aifat Timur, dan mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan nasib mahasiswa. “Berikan Bantuan Langsung Tunai Kepada Mahasiswa Maybrat Diseluruh Indonesia,” kata Kordinator Umum Mahasiswa Maybrat, Bertolomius Korain.

Dalam tuntutanya, mahasiswa juga mendesak kepala dinas pendidikan untuk segera mempertanggung jawabkan janjinya pada tanggal 8 april 2020. Mahasiswa adalah generasi masa depan Maybrat sehingga perlu diprioritaskan dalam kondisi pendemi seperti saat ini.

Mahasiswa juga memprotes kehadiran aparat TNI/POLRI dalam jumlah besar di wilayah Aifat Timur, mereka mendesak agar militer segera ditarik “ masyarakat cukup takut Covid-19, jangan militer lagi, militer seharsunya dibarak atau ikut menenangkan situasi, bukan seperti ini “ ucap Bertolomius Korain.

Sementara itu mewakili mahasiswa Maybrat, Amos Kareth menyampaikan bahwa apabila tuntutan mahasiswa hari ini tidak ditanggapi oleh pemerintah maka pihaknya siap untuk melakukan aksi lebih besar dan meilbatkan seluruh mahasiswa Maybrat se-Indonesia.

Aksi yang diam yang berlangsung selama 30 menit itu kemudian di dengan pembacaan peryataan sikap dan berdoa bersama. (mm)

———-

Peryataan Sikap Mahasiswa Maybrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

 “Berikan Bantuan Langsung Tunai Kepada Mahasiswa Maybrat Di Seluruh Indonesia”

Nehaf Sau Bonot Sau.

Salam Solidaritas!

Covid-19 menjadi pendemi yang mengancam dunia sampai saat ini. Virus Corona muncul pertama kali di China pada 31 desember 2019,hingga 22 april 2020 dilaporkan telah menjangkiti 210 negara. Tercatat sebanyak 2.553.435 orang terinfeksi, 177.293 meninggal dan 688.639 sembuh.

Indonesia sendiri juga menjadi salah satu negara terdampak, pada 22 april tercatat 7.418 positif, 913 sembuh dan 635 meninggal. Fasilitas kesehatan yang tidak merata, minimnya alat pelindung diri (APD), dan pemerintah yang tidak efisien diprediksi tidak akan menekan laju penyeberan Covid-19 dalam waktu dekat dan justru sebaliknya akan terus meningkat.

Beberapa daerah terus mengalami peningkatan, seperti DKI Jakarta (3.383 kasus), Jawa Barat (762 kasus), Jawa Timur (638),Jawa Tengah (479 kasus) dan DI Yogyakarta (75 kasus). Menanggapi hal itu sejumlah daerah telah melakukan karantina wilayah sebagai upaya untuk memperlambat penyebaran Covid-19 namun ada juga yang tetap mengikuti himbauan pemerintah pusat.

Di Yogyakarta walaupun karantina wilayah bukan opsi kebijakan daerah, tetapi mayoritas RT/RW telah melakukan karantina mandiri, warung makan,kios dan pasar juga telah lama ditutup. Kondisi ini membuat mahasiswa rantau,terutama mahasiswa asal Maybrat sangat terisolasi dan bertahan hidup seadanya.Kondisi ini diperparah ketika pemerintah daerah kabupaten Maybrat melakukan karantina wilayah. Aktivitas ekonomi dan pemerintahan menjadi lambat,konsekuensinya pendapatan masyarakat pun menurun sehingga secara langsung akan berakibat terhadap nasib mahasiswa.

Selain karantina wilayah, sikap pemerintah kabupaten Maybrat yang lambat dan tidak konsisten melaksanakan perintah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan juga menjadi faktor penyumbang bagi penderitaan mahasiswa. Dana 43 miliar yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 juga sampai hari ini belum dirasakan oleh mahasiswa walaupun sudah dijanjikan oleh kepala dinas Pendidikan pada tanggal 8 april 2020.

Oleh sebab itu, kami mahasiswa Maybrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuntut:

  1. Mendesak pemerintah kabupaten Maybrat melalui dinas Pendidikan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada seluruh mahasiswa Maybrat di Yogyakarta dan seluruh Indonesia.
  2. Menuntut pertanggung-jawaban kepala dinas P dan P kabupaten Maybrat terkait stetmen dimedia koran Radar Sorong pada tanggal 8 april 2020.
  3. Tarik Militer dari wilyah Aifat Timur.

 798 total views,  1 views today

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment