Duta Besar Amerika Serikat Dihadang di Mamuju

Aksi Tolak Dubes ASKamis (7/11), Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R. Donovan Jr, mengunjungi Mamuju, ibukota Sulawesi Barat. Kedatangannya dalam rangka peresmian pembangkit listrik tenaga surya di pulau karampuang dihadang oleh demonstrasi. Kelompok yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Investasi Asing melakukan aksi demonstrasi di persimpangan 5 kota Mamuju untuk menahan masuknya Duta Besar Amerika Serikat kedalam kota. Sontak aksi ini menimbulkan macet yang luar biasa di Jl. Sultan Hasanuddin.  Aliansi teresbut terdiri dari: GMNI, FPPI, KOMKAR, MAPER, IMPERKAM dan BEM TEKNIK UNIKA.

Ada beberapa landasan dilaksanakannya aksi tersebut. Pertama, AS adalah negara Imperialis yang telah menyebabkan kemiskinan di dunia dan jurang mencolok antara si kaya dan si miskin. Itu semua disebabkan oleh eksploitasi dan ekspansi Imperialis AS. Kedua,  hal yang sama juga terlihat di Indonesia. Ini terbukti lewat PT Freeport yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di tanah Papua namun tidak memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat papua. Kehadiran Freeport hanya mengeksploitasi kekayaan alam Papua dengan merusak ekologi di tanah papua. Ketiga,  Imperialis AS menjalankan serangkaian kebijakan luar negeri yang merampas hak dan kemerdekaan negeri lain. Kita ambil contoh Palestina yang ditindas oleh Israel. Imperialis AS mendukung serangkaian tindakan represif dan intimidasi Israel terhadap rakyat Palestina. Imperialis AS juga mendukung agenda pendudukan Israel atas tanah palestina. Keempat, kedatangan Duta Besar AS di Mamuju diduga kuat akan meninjau kembali rencana pembangunan tambang uranium di kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Kelima, Sulawesi Barat merupakan daerah yang kaya akan potensi alam baik di sektor agraris maupun maritim. Apalagi Sulawesi Barat sangat strategis karena berada di tengah pulau-pulau yang ada di Indonesia yang membuat daerah ini banyak dilirik oleh para pemilik modal asing.

Adapun tuntutan massa aksi adalah:

  1. Menolak kunjungan Kedubes Amerika Serikat.
  2. Tolak Hutan Tanaman Industri (HTI) di Sulbar.
  3. Tolak pengelolaan tambang uranium di Tapalang.
  4. Segerakan Nasionalisasi Aset asing.
  5. Perjelas Peta Hak Guna Usaha (HGU).
  6. Tolak pabrik kelapa sawit di Desa Kambunong.
  7. Hentikan negosiasi Asing.
  8. Stop tindakan Refresif dan intimidasi terhadap masyarakat Papua.
  9. Distribusikan Tanah untuk Rakyat. (eh)

281 total views, 3 views today

Share this post:

Recent Posts

Ayo Berlangganan Koran Arah Juang

Leave a Comment